KY Soal Pegawai MA Ditangkap KPK: Negeri Ini Sudah Parah!

Foto: Setkab.go.id

Jakarta, Sayangi.com – Komisi Yudisial tidak akan buru-buru menyimpulkan bahwa penangkapan pegawai Mahkamah Agung ada kaitannya dengan hakim.

“Enggak tahu, kami enggak bisa mereka-reka,” kata Ketua KY, Suparman Marzuki, di Jakarta, Jumat (26/7). Hal ini diungkapkan Suparman ketika ditanya wartawan tentang keterkaitan penangkapan pegawai MA dengan hakim. Ketua KY ini menambahkan, pihaknya juga tidak bisa ikut campur karena (penangkapan itu) tidak ada kaitannya dengan hakim.

“Itu bukan kewenangan kami, itu sudah kewenangan institusi MA,” jelasnya. Suparman menegaskan, tertangkapnya staf biasa yang bertugas di Pusdiklat MA ini oleh KPK menunjukkan bahwa moral penegakan hukum di Indonesia sudah babak belur. “Yang penting bukan KPK menangkap orang itu (pegawai MA), tapi paling penting ini makin menunjukkan bahwa moral penegakan hukum di negeri ini babak belur,” kata Suparman.

Dia tak heran banyak rumor di negeri ini yang menyebut banyaknya orang yang bisa bermain-main dengan penegakan hukum di Indonesia. “Ini akibat moral hazard penegakan hukum kita hancur lebur, sehingga semua orang di semua level berasumsi semua kasus itu bisa dipermainkan, bisa diperjualbelikan,” katanya.

Suparman juga mengatakan, semua orang yang berada di dalam lingkungan penegakan hukum, seperti di Kepolisian, Kejaksaan, dan Kehakiman berpikir bisa memainkan kasus. “Ini sudah parah bangsa ini, jangan-jangan orang itu berspekulasi saja, dia menjual nama-nama hakim saja, dia menjual nama pejabat seolah-olah bisa beli padahal dia sebenarnya petualang saja,” kata Suparman.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Djodi Suratman (DS) ditangkap KPK bersama Mario Carmelio Bernardo (MCB), pengacara, diduga melakukan pengurusan kasus. Juru Bicara KPK Johan Budi menginformasikan, DS ditangkap sekitar pukul 12.30 WIB, dan selanjutnya penyidik menciduk MCN di bilangan Marta Pura, Jakarta Pusat. “Dari tangan DS, kami temukan tas selempang cokelat berisi uang Rp 80 juta,” kata Johan.

KPK lalu menemukan uang lagi di rumah DS. Johan mengatakan, uang tersebut diduga pemberian MCB, namun pihaknya masih akan menelurusi maksud dan tujuan pemberian itu. “Jadi info itu yang bisa sampaikan. Sampai malam ini masih dilakukan pemeriksaan,” katanya. MCB sendiri diketahui sebagai pengacara yang berkantor di kantor Hotma Sitompul. (MSR/ANT)