Ekonom: BI tak Perlu Naikkan Suku Bunga

Foto: mds.co.id

Jakarta, Sayangi.com – Ekonom Bank DBS Singapura Eugene Leow menilai Bank Indonesia tidak perlu menaikkan suku bunga kembali sebanyak 50 basis poin menjadi tujuh persen, meski banyak permintaan dari pasar.

“Saya berhararap cukup 6,5 persen hingga akhir tahun, karena sudah cukup untuk menstabilkan rupiah akibat gejolak perekonomian regional dan global,” katanya usai diskusi terkait perekonomian Indonesia di Jakarta, Jumat (26/7/2013).

Eugene menilai, kebijakan BI menaikkan suku bunga tersebut menempatkan perekonomian nasional ke posisi yang relatif aman.

“Permintaan pasar domestik cukup kuat dan cenderung stabil dari tekanan luar (pasar regional dan global),” katanya.

Dia memperkirakan kemungkinan suku bunga BI naik hingga mencapai tujuh persen atau lebih, tetapi untuk beberapa tahun ke depan.

“Belum dibutuhkan untuk saat ini,” katanya.

Dia juga memprediksi inflasi pada akhir tahun sebesar delapan persen, karena dipicu kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar 33 persen.

“Jika tidak ada kenaikan BBM, inflasi mungkin hanya di kisaran 5,3 persen,” katanya.

Namun, dia juga memperkirakan pada September akan terjadi penurunan permintaan akan bahan pokok secara drastis, sehingga menimbulkan penurunan tingkat inflasi.

“Kalaupun terjadi deflasi, tidak akan berlangsung lama karena berkaitan dengan bahan pokok (volatile food) yang berkontribusi besar terhadap indeks harga konsumen (CPI),” katanya.

Namun Eugene menilai tepat pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi , tetapi masih sulit dihadapi .

Menurut dia, dalam situasi tersebut stabilitas keuangan lebih penting daripada peningkatan laju pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).

Sebelumnya, Ekonom Senior Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan menilai BI perlu menaikkan kembali suku bunga sebanyak 50 basis poin menjadi tujuh persen untuk menekan defisit neraca transaksi berjalan.

“Salah satu caranya adalah menaikkan suku bunga dan kebijakan ‘loan to value’ (ltv), tetapi menaikkan suku bunga adalah yang paling efektif,” katanya. (MI/Ant)

Berita Terkait

BAGIKAN