Lagi, SBY Curhat Soal 3,6 Juta Keluhan Padanya

Foto: Ant

Jakarta, Sayangi.com – Menjadi pemimpin harus punya visi dan misi, karena itulah modal sebuah kepemimpinan. Jika pemimpin tak punya visi-misi atau lamban menjalankan visi-misinya, maka pemerintahannya akan dikritik sekaligus dikeluhkan jutaan orang yang dipimpinnya. Bahkan, ia akan dicela sebagai pemimpin yang gagal urus rakyatnya.

Inilah yang kini dialami Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kepemimpinannya dipenuhi dengan berbagai gugatan dari rakyat yang merasa kecewa. Bahkan, rakyat cenderung menganggap prestasi SBY selama menjadi Presiden bernilai ‘nol besar’.

Kekecewaan ini pun berbanding lurus dengan banyaknya keluhan dari masyarakat terhadap Ketua Umum Partai Demokrat pengganti Anas Urbaningrum itu. Bahkan, SBY sendiri mengakui bahwa sejak pertengahan 2005 hingga saat ini, ia sudah menerima 3,6 juta pesan singkat yang berisi aneka keluhan dan pengaduan tentang situasi dalam negeri.

“Aduan-aduan mereka banyak di antaranya soal keadilan,” kata SBY saat pembukaan Rapat Kerja Nasional Bantuan Hukum di Istana Negara, Jumat (26/7/2013).

Namun SBY membantah jika dianggap tidak memedulikan jutaan keluhan itu. SBY juga menolak jika disebut hanya mau peduli pada hal-hal yang ‘menyenangkan’ saja.

“Jadi kalau ada yang mengatakan pasti SBY itu hanya mendengarkan yang menyenangkan saja, itu tidak benar,” jelasnya.

Bahkan di luar 3,6 juta itu, SBY juga mengaku kerap menerima keluhan dari masyarakat lewat jejaring sosial, baik Facebook maupun Twitter. SBY yang memiliki pengikut 2.894.542 orang di Twitter dan 356.172 teman di Facebook itu menerima kritik, masukan, keluhan, hingga ‘omelan’ dari masyarakat.

“Tidak sedikit yang marah-marah kepada saya. Mestinya kepada orang lain, tapi kepada saya,” kata SBY, seolah ingin menghindar dari keluh-kesah rakyatnya itu.

“Ada yang merasa kok begini. Jangan pedulikan bahasanya. Bahasanya ada yang kasar, ada yang tidak. Tapi yang penting tangkap esensinya apa yang disampaikan kepada saya.”

Dari seluruh keluhan yang diterima, ada beberapa hal yang digarisbawahi SBY, yaitu keluhan soal pengadilan oleh media, keluhan soal kebocoran dokumen negara, seperti berita acara pemeriksaan yang semestinya rahasia, dan keluhan mengenai putusan majelis hakim yang dinilai tidak tepat atau dianggap tidak adil. Selain itu juga keluhan masyarakat tentang penegak hukum yang sering mendapatkan tekanan dari orang tertentu, sehingga kebijakan hakim menjadi tidak adi, dan keluhan soal penegakan hukum yang dianggap terlibat dalam rekayasa politik serta kecurigaan adanya kesepakatan politik. (MI/Ant)