Dituding Terlibat Kartel Bawang Putih, Gita Wirjawan Berang

Foto: Humas Kemendag

Jakarta, Sayangi.com – Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan berang atas tudingan keterlibatannya dalam kartel bawang putih. Ia menolak tudingan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang menyebut namanya terlibat kartel bersama 19 importir bawang putih.

Bahkan, pria yang kini siap bersaing dalam Konvensi Partai Demokrat itu menyatakan akan melakukan somasi terhadap KPPU. Ia menilai lembaga tersebut telah mencemarkan nama baiknya.

“Kami sudah mengirim somasi ke Ketua KPPU. Kok sampai lembaga itu berani-beraninya memperbolehkan salah satu investigatornya melontarkan alegasi yang belum diputuskan secara majelis,” kata Gita di sela-sela kegiatan buka puasa bersama wartawan di Kantor Kementerian Perdagangan, Jumat (27/7/2013).

Seperti diketahui, sebelumnya investigator dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menduga Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan bersama 19 importir terlibat dalam kartel bawang putih. Kartel perdagangan bawang putih dilakukan bersama-sama pada Periode November 2012-Februari2013 yang menyebabkan harga komoditas tersebut melonjak.

KPPU juga menetapkan tiga terlapor lainnya, yakni Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, dan Menteri Perdagangan.

“Saya berani memberikan argumentasi untuk mematahkan tuduhan tersebut. Tuduhan terjadinya kartelisasi itu terjadi pada bulan Februari hingga Maret 2013. Dalam kurun waktu itu, Kementerian Perdagangan berhasil menurunkan harga bawang putih di pasaran. Kondisi ini bertentangan dengan sifat kartelisasi yang mendukung kenaikan harga,” jelasnya.

Justru kata dia, pihaknya berupaya mendatangkan pasokan bawang putih agar terjadi stabilisasi harga.

“Ketika itu dalam waktu dua tiga minggu terjadi penurunan. Dan itu berlawanan dengan nuansa kartelisasi yang biasanya menopang kenaikan harga. Kalau mau bicara prosedur bisa kita pertanggungjawabkan,” tegasnya

Gita juga menilai langkah KPPU tidak prosedural. Alasannya karena dilontarkan oleh seorang investigator ketika belum masuk proses di tingkat majelis.

“Kok sampai berani-beraninya masuk ke media, dan mengalegasikan nama saya. Dia langsung menuduh saya. Lucu kan kayak salah satu staf eselon empat saya melontarkan alegasi kepada pimpinan lembaga kementerian,” cetusnya.

Investigator Penuntut KPPU, Muhammad Nur Rofik saat sidang perkara di Kantor KPPU, Rabu (24/7/2013) menyebutkan, keterlibatan Gita Wirjawan berdasarkan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi yang memberikan perpanjangan Surat Persetujuan Impor (SPI) kepada 14 importir terdaftar (IT) untuk melakukan importasi bawang putih pada periode Januari-Maret 2013.

Menurutnya, perpanjangan SPI merugikan pihak importir lain. Berkaitan dengan keputusan ini, KPPU menduga Gita Wirjawan melanggar ketentuan Pasal 24 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang larangan praktik monopoli.

“Perpanjangan SPI tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 30/M/Mendag/PER/V/2012,” ujarnya.

Permasalahannya kata dia, dokumen perpanjangan SPI ditandatangani oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi atas nama Menteri Perdagangan Gita Wirjawan.

“Artinya, Gita Wirjawan otomatis menyetujui. Dan atau setidaknya mengetahui tindakan dari Dirjen Perdagangan Luar Negeri atas perpanjangan SPI,” tambahnya.

Sementara 14 importir yang terdaftar itu adalah CV Bintang, CV Karya Pratama, CV Mekar Jaya, CV Mahkota Baru, CV Dakai Impex, PT Dwi Tunggal Buana, PT Dika Daya Tama, PT Mulya Agung Dirgantara, PT Sumber Alam Jaya Perkasa, PT Tritunggal Sukses, PT Tunas Sumber Rejeki, CV Mulya Agro Lestari, PT Lintas Buana Unggul, dan PT Tunas Utama Sari Perkasa. (MI)