Sidang DKPP: Dana Rp20 Miliar, Skenario PK Tinggalkan Pasangan Khofifah-Herman

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com –  Ada rekaman, Sekjen Partai Kedaulatan  berbicara tentang dana Rp20 miliar. Isinya skenario PK lari mencabut dukungan pada Khofifah-Herman dan lari ke pasangan petahana Soekarwo-Syaifullah Yusuf.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum DPP PK Denny Cillah dalam persidangan kedua dugaan pelanggaran Kode Etik KPU Jatim oleh  Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jakarta pada Jumat (26/7).

“Pada 13 Juni ketika saya akan menelepon, terdengar suara rekaman Sekjen yang berbicara tentang dana Rp20 miliar. Isinya skenario kita (PK) lari dari mendukung  Khofifah-Herman ke ‘incumbent’,” kata Ketua Umum DPP PK, Denny Cillah.

Agenda Sidang Kedua ini mendengarkan kesaksian  Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kedaulatan (PK) dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI).

Selain itu, Kata Deni, Pihaknya juga ditawari sejumlah uang oleh pihak dari parpol pendukung  dan orang-orang incumbent

“Tiba-tiba antara 14-21 Mei saya mendapat serangan gencar dari parpol-parpol pendukung maupun orang-orang incumbent. Mereka menawarkan saya Rp500 juta dan jumlahnya terus naik dari hari ke hari,” jelasnya.

Terungkap juga, KPU Jatim diduga tidak netral dalam proses pendaftaran bakal cagub-cawagub dengan memberikan kelonggaran waktu kepada pasangan, sedangkan kepada pasangan Khofifah-Herman tidak diberikan keleluasaan.

Tim kuasa hukum Khofifah-Herman juga memiliki bukti bahwa ada pernyataan anggota KPU Jatim yang menyatakan pendapat bersifat mendukung pasangan tertentu.

Sebagimana diketahui, masing-masing Ketua Umum PPNUI dan PK mengarah ke Khofifah-Herman, sedangkan Sekjen PPNUI dan PK memilih merapat ke Karsa. PK memiliki suara 0,50 persen dan PPNUI dengan modal suara 0,24 persen.

Adapun Anggota Majelis yang bersidang terdiri atas Nur Hidayat Sardini, Saut Hamonangan Sirait, Valina Singka, Ida Budhiati, Nelson Simanjuntak dan diketuai oleh Jimly Asshiddiqie. (VAL/ANT)