Hatta Ragukan Tudingan KPPU Terhadap Gita

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com- Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa meragukan tudingan KPPU bahwa Gita terlibat kartel bawang putih bersama 19 importir bawang. Namun Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu meminta agar Gita segera mengklarifikasi tudingan miring tersebut.

“Saya tidak yakin Pak Gita terlibat. Masa Kemendag terlibat dalam kartel, tentu tidak, karena kementerian perdagangan mengatur ekspor dan impor kita. Sedangkan kartel itu dilakukan oleh pengusaha.” katanya di Kantor Kementerian Bidang Ekonomi, Jakarta, Jumat (26/7).

Terkait perpanjangan Surat Izin Perpanjangan Import, Hatta menduga Gita memiliki mekanisme sendiri dalam pemberian izin.

“Untuk pemberian izin perusahaan, kalo ada 1000 atau 100 perusahaan kan tidak 100-nya diberikan. mungkin Mendag memiliki cara sendiri untuk melakukan seleksi,” ucapnya.

Sebelumnya, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengumumkan adanya praktek kartel yang dilakukan oleh 19 importir bawang putih. Praktek kartel tersebut diduga juga melibatkan Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan.

Keterlibatan Gita atas dasar pemberian perpanjangan surat persetujuan impor (SPI) melalui Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Bachrul Chairi, kepada 14 importir terdaftar (IT) untuk melakukan importasi bawang putih pada periode Januari sampai Maret 2013.

Tudingan tersebut dilontarkan Investigator Penuntut KPPU, Ahmad Nur Rofik, dalam sidang perdana kasus dugaan kartel bawang putih yang digelar hari ini (24/7) di Gedung KPPU Jakarta.

Adapun ke 14 importir terdaftar yang diduga terlibat dalam kartel bawang putih ini ialah CV Bintang, CV Karya Pratama, CV Mekar Jaya, CV Mahkota Baru, CV Dakai Impex, PT Dwi Tunggal Buana, PT Dika Daya Tama, PT Mulya Agung Dirgantara, PT Sumber Alam Jaya Perkasa, PT Tritunggal Sukses, PT Tunas Sumber Rejeki, CV Mulya Agro Lestari, PT Lintas Buana Unggul, dan PT Tunas Utama Sari Perkasa. (VAL)