Pembajakan Siaran TV Berlangganan Rugikan Miliaran Rupiah

Jakarta, Sayangi.com – Kerugian yang diterima penyelenggara resmi tv  berlangganan mencapai miliaran rupiah setiap bulan. Hal ini karena maraknya pelanggan tv  illegal. Berdasarkan data yang pernah dirilis di tahun 2011 menyebutkan bahwa jumlah pelanggan tv berlangganan ilegal lebih dari 2 juta per bulannya atau 1,4 juta pelanggan dengan 695 pelaku pembajakan di seluruh tanah air.

Menurut Handiomono, Head of Legal & Litigation Asosiasi Perusahaan Multimedia Indonesia (APMI), akibat perbuatan ilegal tersebut, selain merugikan industri, juga merugikan pemerintah karena pelaku tidak bayar pajak atas saluran-saluran premium yang mereka distribusikan secara ilegal kepada pelanggannya.

“Jika  dibiarkan terus, bisa mematikan industri kreatif dunia pertelevisian, kartun dan sinematografi di tanah air atas saluran-saluran premium yang mereka distribusikan secara ilegal kepada pelanggannya” kata Handiono , kepada wartawan di Jakarta, Jumat (26/7/2013).

Saat ini APMI telah melakukan kerjasama dengan Mabes Polri untuk melakukan penindakan hukum di 8 provinsi, yakni Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.

“Dari hasil kerja sama tersebut di antaranya juga telah dilakukan sweeping dan penyitaan barang bukti di Batam, Bangka Belitung, Jawa Barat,” jelasnya.

Tindakan hukum yang dilakukan APMI dengan memberikan somasi hingga melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib.Dari 27 kasus, beberapa di antaranya sudah menghasilkan keputusan hukum, dan ada pula yang masih di persidangan seperti di Karanganyar, Jawa Tengah.

Ditambahkan Handiomono, pembajakan siaran TV bisa dijerat dengan perbuatan tindak pidana di bidang Hak Cipta dan atau Hak Siar sebagaimana diatur dalam Pasal 49 dan 72 UU No 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta dan atau Pasal 25 dan 33 UU No 32 Tahun 2002 tentang Hak Siar Pasal 55 dan 56 KUHP.

Dia mencontohkan kasus Daniel warga Manado yang tertangkap tangan melakukan pembajakan siaran premium. Salah satu perusahaan TV berbayar telah melaporkan aksi kejahatan tersebut ke Polres Manado dan dalam hitungan hari tinggal menunggu vonis terhadap Daniel, didukung bukti-bukti telah terkumpul.

Sementara itu, menurut Media Partner Asia, penetrasi televisi berbayar mencapai 46 persen pada tahun 2009, atau meningkat 9 persen dari tahun sebelumnya. Atau setara dengan 47 persen dari total pelanggan televisi berbayar di dunia. Tahun 2015 mendatang, diprediksi akan ada setidaknya 400 juta pelanggan televisi berbayar di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia. (VAL)