Pemuda Madura: Jawa Timur Butuh Pemimpin Baru

ppkglenmore.blogspot.com

Jakarta, Sayangi.com – Pemuda Madura yang tergabung dalam Himpunan Generasi Muda Madura (Higemura) menyambut baik keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang mengabulkan sebagian besar tuntutan bakal calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Herman Sumawiredja terhadap KPUD Jatim. Higemura menilai, keputusan tersebut sangat tepat, karena keputusan KPUD Jatim dan seluruh tahapan proses Pilgub Jawa Timur terlihat sarat kepentingan.

Ketua Umum Higemura, Muhlis Ali menilai langkah cepat KPU Pusat menindaklanjuti keputusan DKPP dengan menetapkan pasangan Khofifah-Herman sebagai peserta dalam Pilgub Jatim dengan nomor urut  4 harus didukung. KPU kata dia, harus terus-menerus memonitor agar Pilgub Jatim berjalan dengan baik, sesuai dengan koridor demokrasi. Jika tidak, Pilgub Jatim harus diundur karena sudah merugikan pasangan Khofifah-Herman.

“Jawa Timur membutuhkan Gubernur dan Wakil Gubernur baru dengan visi baru, agar semua derap langkah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur sejalan dengan keinginan rakyat Jawa Timur,” kata Muhlis Ali kepada Sayangi.com, Kamis (1/8) malam.

Menurutnya, rakyat Jawa Timur ke depan harus merasakan buah dari kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur baru yang visioner dengan menempatkan kepentingan rakyat di atas segala-galanya. Ia juga menilai, dengan berbagai pengalamannya, Khofifah layak memimpin Jawa Timur.

“Khofifah Indar Parawansa adalah tokoh nasional. Beliau mantan anggota DPR RI, mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Ketua Umum PP Muslimat NU. Kehadirannya sangat fenomenal, tindakan dan statementnya menyejukkan dan memberikan harapan bagi kemajuan dan kemakmuran Jawa Timur,” jelas mantan Ketua Pengurus Besar HMI ini.

Muhlis juga menegaskan, pihaknya akan segera melakukan langkah- langkah strategis dalam memenangkan pasangan Khofifah-Herman. Dalam waktu dekat pihaknya akan mengadakan pertemuan seluruh simpul pemuda Madura, sekaligus melakukan pendekatan ke tokoh dan sesepuh Madura di Jawa Timur. Merekalah yang pada Pilgub sebelumnya menjadi penentu kemenangan calon dari petahana, Soekarwo – Syaifullah Yusuf, imbuhnya.

Namun, Muhlis tidak ingin hal tersebut terulang kembali. Apalagi kemenangan yang sekedar mengandalkan janji-janji dan iming-iming belaka. “Jangan lagi terkecoh dengan iming-iming dan janji politik. Tentukan pilihan politik secara tepat agar Madura di Jawa Timur turut berperan menentukan arah pembangunan Jawa Timur,” tegasnya.

Sementara itu, Kiai Muda Bangkalan Madura, KH. Fathurrozi Zubair juga mengaku akan menggalang kiai-kiai muda pengasuh pesantren se Jawa-Timur untuk terlibat aktif membantu pemenangan Khofifah. Ia melihat, apa yang yang dicita-citakan Khofifah untuk memimpin Jawa Timur sejalan dengan cita-cita para pendiri NU, yaitu berpolitik dengan akhlaq dan menjadikan politik sebagai alat perjuangan dan dakwah.

Ia berharap jika terpilih, Khofifah harus membangun hubungan lebih erat dengan kiai dan memperhatikan pesantren, karena pesantren merupakan garda terdepan penjaga moralitas umat dan bangsa.

“Pesantren juga sebagai lembaga yang menyiapkan kader-kader pemimpin bangsa,” pungkas Fathurrozi. (MI)