Presiden: Masalah Sampang Jangan Ada Provokasi

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengapresiasi proses penyelesaian masalah antarumat di Sampang, Madura dan mengharapkan dapat menghasilkan penyelesaian yang bermartabat bagi semua pihak, tanpa ada provokasi.

“Diyakinkan hanya dengan pendekatan dan proses ini masalah itu bisa diselesaikan, tidak perlu ada provokasi sana sini,” kata Presiden saat membuka sidang kabinet di Kantor Presiden Jakarta, Jumat (2/8).

Presiden mengatakan di sela-sela Safari Ramadhan ke Jawa Timur, pada Kamis (1/8) malam telah bertemu dan bersilaturahmi dengan para ulama Madura bersama para pemimpin daerah Jawa Timur.

“Untuk carikan solusi yang bijak konflik Sampang. Insya-Allah akan jalan meski ada proses, saya senang bahwa hasil pertemuan positif dan konstruktif, semoga ini awal yang baik sampai hasil yang bermartabat,” ujarnya.

Sementara itu Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan pemerintah memiliki keinginan agar para pengungsi dapat kembali ke daerah asalnya, namun demikian ada proses yang ditempuh untuk memastikan agar kondisi kondusif dan mereka aman saat kembali ke daerahnya.

“Kalau saya yang penting, posisi pemerintah kan memang yang paling bagus kembali ke kampung halaman masing-masing. Tapi dalam pendekatan saya, harus dijamin orang itu keselamatan dan keamanannya. Nah itu dulu.” “Prosesnya menuju ke situ nanti ada tim rekonsiliasi yang sedang bekerja. Saya minta jaminan kalau mereka kembali harus aman tidak ada lagi intimidasi dan ancaman-ancaman oleh mereka sendiri atau sebaliknya. Dua pihak. Yang penting itu. Yang utama itu syarat utama,” ucapnya di Kantor Presiden Jakarta sebelum mengikuti sidang kabinet.

Djoko mengatakan tidak ada target waktu namun tim terus bekerja untuk membangun komunikasi antar kedua kelompok dan saling pemahaman, sehingga rasa aman dan percaya dapat terbentuk kembali.

“Tidak diberikan batasan waktu ini bagaimana mensosialisasikan mengharmonisasikan pandangan-pandangan yang berbeda, tapi kedua pihak sepakat akan ‘turn down’ akan tidak melakukan tindakan kekerasan, menghentikan segala tindak kekerasan yang ada dan mereka sepakat akan kembali hanya proses yang harus,” tegasnya. (HST/ANT)

Berita Terkait

BAGIKAN