Polisi Mengungkap 297 Kasus Penjarahan Minyak di Sumsel

Foto : Facebook Ronny F Sompie

Jakarta, Sayangi.com – Dalam kurun 3 tahun, antara 2010 hingga 2013, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah mengungkap 297 kasus penjarahan minyak di Sumatera Selatan (Sumsel).

“Diantara 297 kasus sudah 104 kasus yang sudah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum,” ungkap Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny F. Sompie di Jakarta, Jumat (2/8).

Rinciannya, jelas Ronny, 2010 ada 22 kasus, 7 kasus dalam tahap penyelidikan dan 15 kasus sisanya sudah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum.

Tahun 2011, ditemukan 30 kasus, 11 kasus dalam tahap penyelidikan kepolisian dan 19 kasus sisanya P-21 (sudah dilimpahkan ke kejaksaan).

Kasus meningkat pesat di 2012 dengan 93 kasus, 42 kasus dalam tahap penyelidikan, 8 kasus dalam tahap penyidikan dan 43 kasus sudah dilimpahkan ke kejaksaan (P21).

Tahun 2013 kasus masih meningkat hingga 172 kasus, dengan rincian 117 kasus dalam tahap penyelidikan, 25 kasus tahap dalam penyidikan dan 21 kasus sudah P-21.

Bahkan sejak Januari hingga Juni 2013, Polisi berhasil menciduk 40 tersangka. “Kami juga menyita barang bukti berupa 726.890 liter minyak tanah, 93 kendaraan dan 7 kontainer,” terang Ronny.

Mengingat rawannya aksi penjarahan dan penyelundupan BBM, sejak 27 Juli – 2 Agustus 2013, Polda Sumsel dan Bareskrim Polri telah menempatkan personil di 10 titik pos pengamanan untuk penjagaan, patroli dan penindakan.

Dari Pos Pengamanan itu Polisi telah menangkap 8 orang tersangka.

Dari Desa Sinar Tungkal, Musi Banyuasin, polisi menangkap lima tersangka, masing-masing RH, MA, SA, KB dan BH, dengan barang bukti sebanyak 14 jerigen yang berisi 1.020 liter dan 50 meter selang.

“Modus operandinya dengan memungut minyak mentah yang dialirkan dari pipa ke penampungan di sekitar sungai. Para tersangka ditahan dan diproses dengan ancaman pasal pidana 363 KUHP,” katanya.

Penangkapan lain di ruas jalan Desa Simpang Bayat, kecamatan Buyung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin. Tiga orang tersangka, masing-masing W, MA dan R berhasil diciduk Polisi.

Dari penangkapan itu, Polisi menyita barang bukti berupa dua unit mobil tangki yang membawa sebanyak 2.000 liter minyak mentah. Ketiga tersangka belum ditahan dan masih dalam pemeriksaan.

Modus operandi kasus itu, jelas Ronny, adalah mengangkut minyak mentah yang diduga hasil curian dan penadahan. “Para tersangka melanggar pasal 53 huruf B dan huruf D UU nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas dan Pasal 480 KUHP terkait penadahan,” pungkas Ronny. (MARD)