Pedagang Nasi Goreng di GOR Palembang Akan Tergusur Lagi

Foto: http://www.epalembang.com/

Palembang, Sayangi.com – Beginilah nasib pedagang kecil seperti pedagang nasi goreng yang sekarang berjualan di Kawasan Gor Palembang, setelah kawasan ini berdiri Sport Convention Center (PSCC), mereka kini harus tergusur lagi.

Sekedar mengingatkan, tahun 96-an pedagang nasi goreng lesehan ini berjualan di simpang Charitas jalan kapten A Rivai lalu mereka dipindahkan di lapangan parkir Palembang Square, karena mall itu akan beroperasi mereka dipindahkan ke kawasan GOR. Nah, sekarang mereka harus pindah dari kawasan PSCC yang ketika akan dibangun sempat ditentang oleh Walhi Sumsel karena diangap merusak lingkungan.

Terkait dengan penggusuran, Wali Kota Romi Herton, di Palembang, Jumat, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan instansi terkait Kamis malam (1/8) telah meminta pedagang nasi goreng membersihkan tempat.

Hal itu, dilakukan untuk mendukung pelaksanaan perhelatan akbar olahraga negara-negara Islam atau Islamic Solidarity Gamen (ISG) dimana dilakukan penataan sejumlah kawasan termasuk PSCC, katanya.

Dia menjelaskan, terhadap 29 pedagang nasi goreng mereka menawarkan dua opsi mendapatkan penggantian masing-masing Rp25 juta atau relokasi di tempat yang telah mereka siapkan di samping pemkot setempat.

Solusi tersebut mereka tawarkan guna memberikan kemudahan pedagang untuk melanjutkan usaha mereka, katanya.

Menurut dia, terhadap 29 pedagang nasi goreng tersebut diminta mengambil dana Rp25 juta di pemkot hari ini.

Karena, sesuai dengan instruksi gubernur setempat kawasan PSCC harus bersih dari pedagang nasi goreng.

Ia mengatakan, PSCC menjadi salah satu pusat perbelanjaan terpadu di Kota Palembang yang akan digunakan pada ISG nanti.

Berbagai persiapan mereka lakukan termasuk relokasi pedagang nasi goreng agar kawasan itu bersih dan tertata rapi.

Romi menambahkan, kebijakan yang mereka berikan kepada pedagang nasi goreng dinilai sangat realistis, apalagi selama ini mereka hanya berdagang bukan pemilik lahan.

Pemerintah tentunya, tidak melarang mereka menjual beragam jenis makanan tetapi tak di lokasi yang nantinya akan menjadi venue ISG dan pusat berbelanjaan modern dan hotel bintang lima dalam waktu dekat segera beroperasi.

Sementara, Rabu (31/7) puluhan pedagang nasi goreng GOR diundang berdialog dengan wali kota dan Muspida Palembang terkait rencana pemindahan usaha mereka.

Perwakilan perdagang sempat menawarkan ganti rugi Rp100 juta per pelaku usaha tetapi tidak disanggupi wali kota.

Akhirnya, wali kota menyanggupi ganti rugi Rp25 juta per pedagang yang akan dibayarkan hari ini.

Sampai sore, tak satupun pedagang nasi goreng mengambil uang ganti rugi tersebut yang seyogyanya bisa dicairkan di Bagian Umum Pemkot Palembang.

Nasi goreng GOR sendiri telah puluhan tahun menjadi pilihan warga kota setempat untuk menikmati makanan harga terjangkau dengan tenda-tenda di bawah kerimbunan pohon pelindung yang hijau.

Pembangunan fasilitas olahraga, hotel dan mal di kawasan itu ternyata berakhir dengan pengistilahan nasi goreng GOR, karena kini telah bersih. (VAL/ANT)