Pemaksaan Pengembalian Uang Sertifikasi di Kalsel Tidak Manusiawi

Banjarmasin, Sayangi.com – Nasrullah AR, anggota Komisi IV bidang kesra DPRD Kalimantan Selatan, di Banjarmasin, Jumat (2/8), mengatakan Pemaksaan pengembalian uang sertifikasi bagi seorang guru yang kekurangan jam mengajar itu tidak manusiawi dan bisa berdampak kurang baik terhadap dunia pendidikan.

Penilaian itu dari berkaitan kasus beberapa orang guru di provinsi tersebut yang harus mengembalikan uang sertifikasi, karena kekurangan jam mengajar.

“Semestinya pembayaran uang sertifikasi karena kekeliruan perhitungan jam mengajar itu tak perlu dikembalikan, dan jika memungkinkan pendapatan guru harus ditambah lagi,” ujar politisi muda Partai Persatuan Pembangunan tersebut.

Dijelaskan olehnya,pada dasarnya tugas dan tanggung jawab seorang pendidik itu cukup berat, sehingga wajar mendapatkan gaji yang lebih layak lagi.

“Jika manajemen pendidikan baik dan benar”, katanya menambahkan, “persoalan kekurang jam mengajar bisa terdeteksi secara dini, sehingga tak terjadi pengembalian uang sertifikasi tersebut”.

Jika sudah terjadi seperti itu, siapa yang salah? Tidak bisa cuma menyalahkan guru yang kekurangan jam mengajar tersebut, tapi juga kepala sekolah serta dinas pendidikan setempat turut bertanggung jawab, tandasnya.

Sebagai wujud tanggung jawab tersebut, menurut dia, dinas pendidikan dan kepala sekolah harus mencarikan jalan keluar atau solusi terbaik, agar ke depan tak terjadi lagi persoalan serupa.

“Salah satu solusi, mungkin perlu pengaturan ulang jam mengajar, yang bukan saja pada sekolah tersebut, tapi di sekolah-sekolah lain yang menjadi binaan,” demikian Nasrullah.

Sebagaimana pemberitaan media massa, ada beberapa guru di Banjarmasin yang harus mengembalikan uang sertifikasi karena kekurangan jam mengajar, antara lain terjadi di SMPN-1 dan SMAN-7. (VAL/ANT)