Inflasi Tinggi Karena Pemerintah Terlalu Berorientasi Impor

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Peneliti dari Indonesia for Global Justice Salamudin Daeng menegaskan, Pemerintah Indonesia telah terjebak pada ketergantungan impor, sehingga angka inflasi Juli 2013 mencapai 3,29%.

“Kenaikan harga BBM menjelang bulan puasa dan Lebaran memberi efek signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tingkat inflasi mencapai 3,29%, sedangkan fakta di lapangan, inflasi itu sudah melebihi angka tersebut,” papar Daeng di Jakarta, Sabtu (3/8).

Menurut dia, kebijakan impor Indonesia lebih banyak disebabkan oleh tidak kuatnya pertanian dan produksi dalam negeri. “Sekitar 70-80% bahan baku dalam negeri berasal dari impor. Impor memang dapat menolong kebutuhan dalam negeri untuk sesaat. Akan tetapi, pada satu sisi dapat menghancurkan sumber kehidupan dalam jangka waktu yang lama,” kata dia.

Menurut dia, permasalahan itu membuat rentan sektor pertanian yang menjadi penopang utama bagi pangan nasional. “Semua itu bermula ketika Pemerintah mulai mencabut subsidi untuk pertanian pada tahun 2004 dan membuat kebijakan yang memberi keleluasaan terhadap investasi asing. Selain itu, saham bank mayoritas boleh dimiliki asing,” katanya. (MSR/ANT)