Kepala Terminal Pulogadung Berjanji Menertibkan PO-PO Nakal

Foto : Antara

Jakarta, Sayangi.com – Terkait aksi premanisme berkedok karyawan perusahaan Otobus (PO) yang dikeluhkan pemudik, Adji Kusambarto, selaku pelaksana harian Terminal Pulogadung menghimbau pemudik melaporkannya ke Posko Pengamanan Terminal Pulogadung.

“Kalau pemudik menemukan pegawai PO yang nakal dikasih tahu saja ke Pospam atau Kepala Terminal agar ditindaklanjuti. Kalau ketahuan, kita tanya dari PO mana, dan kita tegur Perusahaan Otobusnya,” ujar Adji Kusambarto di Jakarta, Sabtu (3/8).

Seluruh pegawai PO yang beroperasi di Terminal Pulogadung, himbau Adji, harus bertingkah laku sopan dan tidak memaksa calon penumpang.

Jika sudah melakukan tindakan kriminal, ancam Adji, pihaknya akan melaporkan pegawai PO itu.

“Kalau terbukti melakukan tindak kriminal itu dilaporkan ke polisi agar diproses. Kalau belum masuk ranah kriminal, kita panggil POnya, kita tanya dan kita bina,” ujar Adji.

Sebelumnya, tidak sedikit pemudik di Terminal Pulogadung yang mengeluhkan tindakan sejumlah Perusahaan Otobus (PO) yang menyebar sejumlah pegawainya di terminal untuk mendapatkan penumpang.

Akibatnya, tidak sedikit pula penumpang yang terintimidasi, sehingga tidak jarang penumpang itu naik bus bukan ke daerah tujuan dengan harga yang jauh lebih mahal.

Terkait keluhan itu, Adji Kusambarto berjanji akan menindak tegas PO-PO yang seenak udelnya menaikkan tarif melebihi ketentuan yang berlaku.

“Kementerian Perhubungan telah menentukan tarif atas dan tarif bawah untuk kelas ekonomi. Di luar itu akan ditindak tegas,” kata Adji Kusambarto di Jakarta, Sabtu.

Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor PM.64/2013, tarif batas atas untuk wilayah Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Rp 161 per penumpang per kilometer, sedangkan tarif batas bawah Rp99 per penumpang per kilometer.

Nantinya untuk tujuan paling dekat seperti Sukabumi setelah diberlakukan tarif bawah menjadi Rp11.484 dan tarif atasnya Rp18.676.

Jika PO terbukti melanggar tarif, ancam Adji, tidak segan-segan pihaknya mencabut trayek PO yang bersangkutan.

Selama arus mudik Lebaran 2013, ia mengatakan, pihaknya kan terus mengawasi penerapan tarif angkutan yang cenderung melonjak secara signifikan.

“Kami sudah tempelkan aturan tarif batas atas dan tarif batas bawah di beberapa titik di terminal seperti di loket-loket maupun tempat penumpang menunggu bus,” kata dia.

Hal itu dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui apakah mereka dirugikan oleh PO karena penetapan tarif batas atas yang melebih ketentuan dan untuk keamanan dan kenyamanan para pemudik.

Ia melanjutkan pada hari Jumat yang merupakan H-6 (2/8) jelang Lebaran 1434 Hijriah jumlah penumpang sebesar 1057 dengan pemberangkatan bus sebanyak 139.

“Sedangkan untuk penumpang yang tiba itu sekitar 934 dan kedatangan bus sebanyak 135,” kata dia.

Pada H-7, lanjutnya, jumlah pemudik sebanyak 814 atau turun sangat tajam dibandingkan lebaran 2012 yang sebesar 4.187 penumpang. (MARD/Ant)