Jempol dan Kumis Jadi Perdebatan Dalam Pembahasan Surat Suara di Jatim

sayangi.com

Surabaya, Sayangi.com – Jempol dan kumis jadi bahan pembahasan surat suara Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur. Pembahasan berlangsung alot dan sedikit emosional karena ada peserta yang tidak ingin logo bergambar jempol dihilangkan.

Andreas Pardede, Anggota Badan Pengawas Pemilu Jatim, mempersoalkan adanya gambar jempol pada kotak surat suara pasangan nomor urut 3, Bambang Dwi Hartono-Said Abdullah, karena dianggap melebihi apa yang menjadi keputusan KPU soal surat suara, pada rapat Jumat (2/8).

“Ada tiga unsur yang harus ada dalam surat suara yakni nama pasangan calon, nomor urut pasangan calon, dan nomor pasangan calon,” ujar anggota Bawaslu Jatim Bidang Pengawasan tersebut di sela-sela pembahasan di Kantor KPU Jatim.

Sebenarnya, KPU RI sendiri awalnya memutuskan agar menghapus gambar animasi jempol tersebut. Namun, tim sukses pasangan Bambang-Said memprotes keras, dan terkesan emosional.

“Jempol kan bagian tubuh. Kenapa tidak boleh? Pasangan nomor satu kan ada kumisnya. Apa harus dicukur foto kumisnya?” kata Bendahara tim pemenangan Bambang-Said, Saleh Ismail Mukadar.

Sementara itu Komisioner KPU Pusat Ida Budiharti menanggapi dengan tenang serangan dari tim sukses pasangan Bambang-Said tersebut. Selain norma hukum, juga melanggar asas keadilan.

“Kalau ada satu pasangan calon yang memakai tanda gambar tambahan di surat suara, sementara yang lainnya tidak, bagaimana keadilannya?,” kata dia.

Menanggapi hal itu, Tim sukses pasangan Bambang-Said tetap tak menyerah, bahkan mengancam akan membuat urusan jadi panjang soal foto tersebut.

Akhirnya diambil keputusan, bahwa pasangan Bambang-Said boleh menggunakan jempol asal bukan animasi dan terlepas dari anggota tubuh.

“Artinya boleh pakai kaos jempol atau pin bergambar jempol, atau jempolnya sendiri diangkat dan masuk dalam foto,” kata Komisioner KPU Pusat, Juri Ardiantoro.

KPU juga menetapkan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja menjadi salah satu calon dalam Pilkada Jatim yang dilangsungkan 29 Agustus mendatang. Keputusan tersebut diumumkan resmi oleh rombongan KPU RI yang dipimpin ketuanya, Husni Kamil Manik, di kantor KPU Jatim.

Hadir dalam rombongan di antaranya komisioner KPU yang juga menjadi salah satu peserta sidang majelis DKPP Ida Budiharti, Komisioner KPU Hadar Navis Gumay, Juri Ardiantoro, dan Ferry Kurnia. Mereka didampingi dua Komisioner KPU yang tersisa, yakni Ketua KPU Jatim Andry Dewanto Ahmad dan Sayekti Suindyah.

Selain mengumumkan resmi Khofifah menjadi pasangan calon keempat, KPU juga menyelesaikan sejumlah hal. Antara lain, pembagian wilayah dan jadwal kampanye menjadi empat zona. Di samping itu, semua tim “liaison officer” (LO) pasangan calon menyetujui debat terbuka di empat stasiun televisi. (ANT)

Berita Terkait

BAGIKAN