Menpora: Predikat Juara Dunia Kado HUT RI

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo menegaskan predikat juara dunia yang dipersembahkan atlet Indonesia pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2013 di Guangzhou, China, Minggu, merupakan kado bagi HUT Ke-68 RI.

“Bulu tangkis Indonesia bangkit kembali. Kemenangan sangat indah dan dramatis. Predikat juara dunia ini merupakan kado untuk kemerdekaan RI,” kata Roy Suryo di sela nonton bareng di Kompleks Widya Candra Jakarta.

Predikat juara dunia pertama dipersembahkan oleh pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir setelah di final mengalahkan pasangan China yang juga unggulan pertama, Xu Chen/Ma Jin, dengan rubber game 21-13, 16-21, 22-20.

Kemenangan yang diraih oleh pasangan ganda campuran terbaik Indonesia itu begitu dramatis. Bahkan, saat nonton bareng orang nomor satu di Kemenpora itu sempat tegang dan beberapa kali memberikan dukungan meski hanya dari jauh.

Saat atlet yang akrab dipanggil Owi dan Butet ini mampu menyelesaikan set ketiga, pria yang juga ahli telematikan itu langsung sujud syukur dan diikuti oleh pejabat di lingkungan Kemenpora yang juga ikut nonton bersama.

“Benar-benar dramatis. Akan tetapi, Owi dan Butet mampu bermain tenang dan memenangi pertandingan,” kata Roy Suryo menambahkan.

Predikat juara dunia yang kedua dipersembahkan oleh ganda putra Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan. Unggulan keenam ini menang atas pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, dengan dua set langsung 21-13, 23-21.

Kemenangan pasangan baru ini juga langsung disambut dengan sujud syukur oleh Menpora Roy Suryo. Bahkan, atas kemenangan atlet-atlet terbaiknya Indonesia itu pihaknya langsung mempersiapkan bonus khusus dan akan diserahkan setelah semua atlet pulang ke Indonesia.

“Kami dengan PBSI telah membicarakan masalah bonus. Pada intinya Pemerintah sangat mengapresiasi prestasi mereka,” kata pria yang juga ahli telematikan itu.

Sementara itu, mantan pebulu tangkis nasional Ivana Lie mengatakan bahwa dua predikat juara dunia yang direbut atlet Indonesia diharapkan menjadi pemicu bagi atlet muda untuk lebih baik lagi ke depannya.

“Yang meraih predikat juara dunia ini semuanya pemain senior. Kami berharap atlet junior secepatnya mengikutinya. Sudah saatnya mereka bangkit,” katanya di sela nonton bareng.

Meski peraih predikat juara dunia didominasi oleh pemain senior, pihaknya mengaku tetap bangga dengan prestasi yang diraih. Apalagi Indonesia sudah puasa gelar juara dunia sejak 2007. (RH/ANT)