Tewaskan Connor dan Noah, Sanca Afrika Dilarang Masuk Kanada?

Foto: Reuters

New Brunswick, Sayangi.com – Ratusan orang menghadiri misa pemakaman kakak-adik korban lilitan ular sanca di New Brunswick, Kanada, Minggu (11/8).

Dua bocah itu, Noah (4) dan Connor Barthe (6) tewas akibat dililit ular sanca saat bermalam di rumah teman mereka yang terletak di atas sebuah toko hewan peliharaan.
 
Dalam misa di St. Thomas Aquinas, Gereja Katholik Roma di Campbellton, New Brunswick itu, Noah dan Connor dikenang sebagai anak-anak yang ceria dan saling menyayangi. Wakil Walikota Campbellton Ion Comeau mengatakan pihak keluarga memutuskan untuk menguburkan keduanya dalam satu peti jenazah.

Kedua anak ini ditemukan tewas setelah seekor ular sanca Afrika seberat 45 kilogram yang lari dari toko hewan peliharaan di bawah apartemen tempat mereka bermalam, melilit keduanya. Polisi mengatakan, ular itu tampaknya merayap melalui sistem ventilasi yang terletak di atas kandangnya dan jatuh melalui langit-langit ruang tamu dimana kedua anak itu tidur. Hasil autopsi mendapati keduanya mati karena lemas.

Pejabat-pejabat setempat mengatakan, ular sanca Afrika kini dilarang masuk New Brunswick. Sekitar 23 reptil yang dipelihara tanpa izin di New Brunswick, hari Jum’at lalu disita dari toko hewan peliharaan itu. Termasuk empat ekor buaya berukuran besar.

Perdana Menteri Kanada Stephen Harper ketika singgah di New Brunswick hari Jumat menyampaikan belasungkawa kepada keluarga kedua anak laki-laki naas itu, dan mengatakan pemerintah federal akan mengkaji apa yang terjadi sehingga bisa menentukan apakah perlu dikeluarkan aturan untuk toko-toko hewan peliharaan eksotis seperti ini. (MSR/VOA)

Berita Terkait

BAGIKAN