KPU Banten Ambil Alih Pilkada Kota Tangerang

Ilustrasi Foto: ANtara

Tangerang, Sayangi.com – Sebagaimana putusan DKPP No. 83 dan 84/dkpp-pke-11/2013, tahapan Pilkada Kota Tangerang diambil alih oleh KPU Provinsi Banten untuk melaksanakan segala tugas dan wewenang yang telah dibebankan pada KPU Tangerang.

Lanjutan dari putusan tersebut, hari ini, Minggu (11/8) Komisi Pemilihan Umum Provinsi (KPU) Banten melaksanakan keputusan DKPP dengan menggelar pleno terbuka untuk melakukan penetapan nomor urut tambahan kepada dua calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang, Banten.

“KPU Banten tidak melakukan perubahan jadwal terhadap tahapan Pilkada Kota Tangerang dan pemungutan suara tetap dilakukan tanggal 31 Agustus 2013,” katanya.

Hanya saja, dilakukan pleno penetapan nomor urut terhadap dua pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang dikembalikan haknya.

Kedua calon yang melakukan pengambilan nomor urut tersebut yakni pasangan Arief-Sachrudin dan Ahmad Marju Kodri-Gatot Suprijanto.

Dalam putusan DKPP mengabulkan pengaduan pengadu dengan mengeluarkan putusan berupa mengembalikan hak pasangan Ahmad Marju Kodri-Gatot Suprijanto serta Arief-Sachrudin untuk maju menjadi peserta pilkada Kota Tangerang.

Sebelumnya, empat anggota komisioner KPU Kota Tangerang yang kini telah diberhentikan karena tidak meloloskan kedua pasangan tersebut.

Dari hasil pengundian nomor urut yang dilakukan di kantor KPU Kota Tangerang, pasangan Ahmad Marju Kodri-Gatot Suprijanto mendapatkan nomor urut empat dan pasangan Arief-Sachrudin mendapatkan nomor urut lima.

Dengan adanya putusan tersebut, Pemilukada Kota Tangerang diikuti oleh lima pasangan yakni Harry Mulya Zein-Iskandar nomor urut satu, dan pasangan Abdul Syukur-Hilmi Fuad nomor dua.

Selanjutnya, Deddy Gumelar-Suratno Abu Bakar nomor tiga. Ketiga pasangan tersebut sebelumnya telah ditetapkan oleh KPU Kota Tangerang dalam rapat pleno pada tanggal 24 Juli 2013.

Calon Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan bersyukur bisa masuk dalam tahapan sebagai calon setelah sebelumnya dinyatakan gagal.

Dengan jerih payah dan kebersamaan dengan pendukung, akhirnya hak sebagai calon dapat kembali.

“Semoga, kemenangan dapat diraih seperti halnya mengembalikan hak kami sebagai pasangan,” ujarnya. (VAL/ANT)

Berita Terkait

BAGIKAN