Sambut HUT RI, PGK dan Kelompok Cipayung Gelar Acara di Perbatasan Kalbar

Foto: DPP PGK/Emanuel Herdyanto

Pontianak, Sayangi.com – Minggu (11/8) bertempat di kedai kopi Nusantara Pontianak, Kalimantan Barat sejumlah mantan pengurus Kelompok Cipayung plus (HMI, PMKRI, GMKI, GMNI, PMII, & IMM) berkumpul. Pertemuan tersebut digagas oleh ormas Perhimpunan Gerakan Keadilan dalam rangka pembentukan Dewan Pimpinan Wilayah PGK Kalbar sekaligus dalam rangka memperingati HUT Proklamasi RI ke-68.

Perhimpunan Gerakan Keadilan bekerjasama dengan Satgas Pantas, Yonif 403 / Wirasadapratista yang berada di Kabupaten Sambas. Kec. Sajingan Besar, akan mengadakan serangkaian acara dalam rangka menyambut HUT Proklamasi RI ke-68 di sepanjang garis perbatasan Kalbar,  khususnya di wilayah Kabupaten Sambas dan Kabupaten Bengkayang.

Rangkaian kegiatan yang akan berlangsung pada 14- 18 Agustus 2013 itu, antara lain lomba layang-layang, pengibaran 2000 Bendera Merah Putih di sepanjang garis perbatasan, pelepasan balon gas Merah Putih, dan pesta kembang api.

Ketua Umum HMI Badko Kalbar Wahyu Hidayat,  dalam pertemuan itu menyambut baik prakarsa PGK. Menurutnya, ditengah kondisi bangsa saat yang masih menyimpan potensi perpecahan karena isu ketidakadilan harus ada elemen yang bisa menyatukan gerakan kebangsaan.

Mantan presidum pusat GMNI Mursid Hidayat, yang menyempatkan diri hadir mengatakan bahwa  ini adalah awal yang bagus, sebab langsung dalam bentuk kegiatan riil. Tidak semua ormas mau bicara soal perbatasan saat peringatan proklamasi. “Sangat positif, kita memeriahkan kegiatan HUT proklamasi dengan suasana yang konstruktif di daerah perbatasan,” ujarnya.

Ketua PMKRI Cabang Kubu Raya juga menilai kegiatan ini sebagai awal yang bagus untuk menjalin kembali komunikasi secara intens antara kelompok Cipayung, khususnya di Kalbar, sehingga bisa terbentuk pemikiran pergerakan bersama mengenai persoalan kebangsaan.  

Sedangkan Ketua DPW PGK Kalbar Frans Mecer berharap peringatan HUT Proklamasi di daerah perbatasan dengan menjalin kebersamaan Kelompok Cipayung ini, dapat menjadi momentum untuk konsolidasi dan meningkatkan spirit kebangsaan mahasiswa dan pemuda di Kalbar melalui berbagai kegiatan positif lainnya di masa mendatang.  

Dari DPP PGK hadir dalam pertemuan tersebut  antara lain Sekjen Emanuel Herdyanto dan Ketua bidang Pemuda, Mahasiswa, dan Pelajar Muhammad Zimah. Menurut Zimah, kondisi aktual kebangsaan hari ini masih banyak menampilkan sisi negatif dari pembangunan. Realitas keadaan masyarakat Indonesia khususnya di wilayah perbatasan memberikan suatu gambaran bahwa masih terjadi ketimpangan pembangunan.

Daerah perbatasan, ujar Muhammad Zimah, seharusnya mendapat perhatian pemerintah karena berkaitan langsung dengan kedaulatan teritorial Republik. Tetapi yang terlihat saat ini, justru menjadi gambaran betapa kue pembangunan tidak terdistribusi secara merata. Untuk itulah kiranya pemuda dan mahasiswa harus berperan aktif dalam mendorong arah pembangunan yang merata agar terjadi akselerasi pembangunan di daerah tertinggal khususnya di daerah perbatasan.
 
Setelah dari perbatasan, DPP PGK juga akan menggelar diskusi di Pontianak dengan tema ”Potret Nasionalisme dan Keadilan di perbatasan NKRI”. Dalam kasus di kalimantan , minimnya akselerasi pembangunan di daerah perbatasan menjadi suatu ancaman bagi integrasi dan semangat nasionalisme. (RH/Eman)