Pengusaha Desak Jokowi Ajukan Kuota Khusus Daging Sapi

Foto: Sayangi.com/Emil Ondo
Jakarta, Sayangi.com – Ibukota DKI Jakarta merupakan daerah yang sangat merasakan dampak akibat kebijakan pengurangan kuota impor daging sapi secara drastis. Sehingga hampir 1,5 tahun posisi harga daging di Jakarta masuk dalam kategori stabil tinggi. Untuk itu, Ketua Komite Daging Sapi (KDS) Jakarta Raya Sarman Simanjorang mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta kuota daging khusus. 
 
Lebih lanjut dikatakan Sarman, Jakarta membutuhkan 118 ton daging sapi setiap hari untuk kebutuhan dunia usaha, seperti hotel, restoran, catering, cafe, UKM bakso, warung dan restoran serta konsumsi langsung masyarakat.
 
“Selama 1,5 tahun masyarakat Jakarta dan dunia usaha sangat dirugikan akibat kebijakan pemerintah yang memaksakan swasembada sapi 2014. Maka pemerintah DKI Jakarta harus merealisasikan yang pernah disampaikan yaitu adanya kuota khusus daging sapi impor bagi DKI Jakarta sebesar 45-50 ribu ton,” ujar Sarman saat dihubungi Sayangi.com, Senin (12/8).
 
Dikatakan Sarman, sudah saatnya Gubernur DKI Joko Widodo meminta kuota khusus untuk DKI Jakarta, karena menurut dia, yang paling merasakan akibat pemerintah mengurangi kuota impor adalah Jakarta. “Karena DKI ini kan 100 persen disuplai stok dari luar, baik lokal dan impor,” imbuhnya. 
 
Selain itu, Sarman yang juga Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta ini menambahkan, tidak ada peternak di Jakarta yang memproduksi daging, sehingga Ibu Kota sangat bergantung dari ketersediaan stok di luar.
 
“Jadi kita minta kepada Pak Jokowi, ada kuota khusus untuk DKI Jakarta untuk mengamankan stok dan untuk kelangsungan hidup industri, karena ada 1000 pengusaha di Jakarta yang memerlukan 118 ton per hari. Ini untuk konsumsi dan dunia usaha,” tandasnya. (HST)