Ini Alasan Mengapa KPK Abaikan Ocehan Nazaruddin

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan merespons ocehan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin terkait banyaknya proyek-proyek yang mengalir ke anggota-anggota DPR RI jika tidak disertakan dokumen-dokumen yang lengkap.

“Lebih menarik lagi, itu harus disertai dengan dokumen-dokumen yang lebih lengkap,” kata Bambang Widjojanto di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, (12/8).

Menurut Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang, mengatakan percuma jika Nazar tidak menyertai dokumen-dokumen yang lengkap, walaupun setiap orang berhak mengungkapkan informasi yang dia punya tapi lebih baik lagi disertai dengan dokumen yang lengkap. Oleh karena itu Bambang menyesalkan sikap Nazar yang tidak memberikan bukti-bukti yang kuat kepada KPK.

“Yang saya tahu tidak ada dokumen-dokumen yang lengkap sempurna yang diberikan,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan, pada pemeriksaan 31 Juli 2013 lalu, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu menyatakan ada sejumlah proyek di lembaga yudikatif yang dananya mengalir ke beberapa anggota DPR RI. Proyek-proyek itu dijalankan pada tahun 2010, saat Nazaruddin masih duduk sebagai anggota dewan.

“Semua saya buka apa adanya tentang penunjukan langsung gedung MK (Mahkamah Konstitusi, red) Rp 300 miliar, Diklat (pendidikan dan pelatihan) MK Rp200 M,” jelas Nazar, di KPK.

Lanjut Nazar, bagi-bagi uang jutaan dolar ke anggota legislatif juga terjadi di sejumlah proyek, diantaranya pembahasan pengadaan e-KTP, pembelian pesawat MA 60 oleh Merpati senilai Rp 2 triliun dan proyek pembangunan Gedung Pajak. Tanpa ragu Nazaruddin menyebut beberapa nama anggota dewan yang terlibat. (HST)