Polisi Khawatirkan Dampak Penggusuran PKL Tanah Abang

Foto: Sayangi.com/Emil Ondo

Jakarta, Sayangi.com – Relokasi pedagang kaki lima (PKL) ke Pasar Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang dilakukan pada Minggu (11/8) kemarin, dikhawatirkan menyimpan api dalam sekam. Pedagang diprediksi akan melakukan aksi penolakan dan perlawanan.

Kapolsek Tanah Abang, Jakarta Pusat, AKBP Suyudi, mengatakan bahwa PKL yang sudah direlokasi ke Pasar Blok G, mengaku pesimis dengan keberlangsungan usaha mereka setelah direlokasi. Pasalnya, lokasi relokasi tersebut relatif sepi karena pembeli enggan masuk dan naik ke dalam gedung pasar.

Kata Suyudi, para PKL juga mengeluhkan kondisi pasar yang mereka nilai kurang layak. Jika hujan, bagian bawah pasar biasanya akan tergenang air dan becek sehingga membuat pembeli akan semakin malas datang.

Suyudi berharap Pemprov DKI tidak tinggal dan terus membenahi kekurangan yang membuat para pedagang dan konsumen merasa tidak nyaman. Ia juga menganjurkan agar keluhan para pedagang disampaikan secara kekeluargaan.

“Kami sudah mengingatkan kepada para PKL agar aspirasi mereka disampaikan secara kekeluargaan. Kami juga terus melakukan komunikasi dengan segenap elemen masyarakat,” kata Kapolsek Tanah Abang, AKBP Suyudi, saat dihubungi Sayangi.com, Senin (12/8).

Lebih lanjut, Suyudi mengatakan siap mengakomodir setiap upaya penyaluran aspirasi sesuai aturan yang berlaku. “namun akan berlaku sebaliknya, kalau anarkis tentu tidak bisa kita biarkan. Kami juga melakukan penertiban secara perlahan dan tidak tergesa-gesa agar tidak terjadi gesekan-gesekan yang tidak diinginkan,” pungkas Suyudi. (HST)

Berita Terkait

BAGIKAN