Pemkab Musi Rawas Akan Permudah Perizinan Pada Investor PLTU

Ilustrasi foto: Antara

Musirawas, Sumsel, Sayangi.com – Pemerintah Kabupaten Musirawas akan mendukung dan mempermudah segala prizinan lokal, asalkan investor serius akan merealisasikan program mega proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di wilayah setempat.

Bupati Musirawas Ridwan Mukti, Senin (12/8), mengatakan sudah mendapat laporan dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) bahwa ada investor akan membangun PLTU di mulut tambang batu bara.

Menurutnya, pembangunan PLTU di mulut tambang itu memerlukan investasi cukup besar dan pengusaha nasional padat modal, dengan demikian diperlukan keseriusannya, sehingga masyarakat tidak kecewa.

Sekarang masyarakat di beberapa desa di Kecamatan Rawas Ilir sangat berharap PLTU itu terlaksana dengan baik.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Kabupaten Musirawas Suhendi mengatakan, investor dari Jakarta adalah PT Tri Bayubuana Energi (TBE).

“Mereka sudah melakukan survei dan sosialisasi kepada masyarakat di beberapa desa di sekitar lokasi proyek pembangkit listrik tenaga uap itu,” kata Suandi.

Berdasarkan program perusahaan nasional itu, pembangunan PLTU di Kabupaten Musirawas akan berlangsung dua tahap dengan menghabiskan dana puluhan triliun rupiah.

Tahap pertama berada di wilayah Desa Beringin Makmur II dengan kapasitas 2×300 mega watt (MW) memerlukan investasi mencapai 850 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp7,5 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 4.500 orang.

Pembangunan PLTU tahap pertama itu nantinya masuk melalui gardu induk (GI) Muara Rupit yang dibangun 2014 dengan kapasitas 150 KV atau sekitar 30 kilometer dari lokasi pembangkit.

Bisa juga melalui GI Lubuklinggau dengan kapasitas 225 KV yang jarak dari lokasi pembangkit Bingin Teluk sekitar 65 kilometer.

Selanjutnya pembangunan tahap ke dua berkapasitas 2×600 MW akan menghabiskan dana 17 juta dolar AS atau sekitar Rp153 miliar dan akan melibatkan sedikitnya 8.000 orang tenaga kerja.

Daya yang dihasilkan pada pembangunan tahap dua itu nantinya akan masuk jaringan interkoneksi Sumatera-Jawa melalui pembangkit Bangko-Bukit Asam dengan 500 Kv AC.

Setelah berjalan selama 25 tahun, maka pengelolaan selanjutnya diserahkan ke PLN, sedangkan lokasi yang dibutuhkan sekitar 300 hektare di Kecamatan Rawas Ilir, kata Suhendi. (VAL/ANT)