Rivalitas Madrid dan Barcelona Buat Celah Melebar di Spanyol

Foto: worldsoccertalk.com

Madrid, Sayangi.com – Menengok halaman-halaman depan surat-surat kabar Spanyol yang cukup mirip sepanjang musim panas, maka akan dapat dilihat betapa “kejamnya” sepak bola Spanyol di dalam dan di luar lapangan.

Di Katalunya, Neymar mendominasi perhatian media setelah kepindahannya dari Santos ke Barcelona yang bernilai sebesar 57 juta euro dikonfirmasi pada Juni. Sementara itu, di ibukota, Real Madrid ingin mendukung investasi bernilai 69 juta euro mereka dalam diri dua pemain muda Spanyol Isco dan Asier Illarramendi, dengan terus mengejar Gareth Bale yang dihargai sebesar 100 juta euro dalam saga yang nampaknya akan terus bergulir sampai hari-hari terakhir bursa transfer.

Namun selain dua tim besar itu, sepak bola di Spanyol terus mencerminkan ekonomi Spanyol secara umum yang bahkan membuat beberapa klub peserta Liga Champions terpaksa menjual pemain-pemain terbaik mereka.

Sebagai hasilnya, celah besar yang sudah ada antara Real dan Barca dan tim-tim sisanya terus meningkat ketika kesepakatan-kesepakatan TV yang menguntungkan kedua klub besar itu dikhwatirkan terus berlanjut, sehingga Liga Spanyol hanya akan diwarnai “balapan antara dua kuda pacu.” Bagaimanapun, meski baik Barca dan Real begitu aktif di bursa transfer, terdapat kecemasan bahwa keduanya sejauh ini masih gagal mendatangkan tipe pemain-pemain yang benar-benar mereka butuhkan setelah kegagalan di fase semifinal Liga Champions musim lalu.

Kedatangan Neymar semestinya dapat mengurangi ketergantungan beban mencetak gol yang dipikul Lionel Messi dalam dua musim terakhir, namun tim Katalan itu masih harus memperbaiki kekuatannya di lini belakang setelah kapten Carles Puyol menjalani dua operasi sepanjang musim panas dan belum bisa kembali setidaknya sampai September.

Sementara itu Real telah memperkuat lini tengahnya, namun sejauh ini belum dapat menggantikan Gonzalo Higuain setelah ia pindah ke Napoli pada bulan lalu sehingga hanya Karim Benzema dan pemain muda Alvaro Morata yang dapat mengisi posisi penyerang tunggal.

Namun suasana di kubu “Los Blancos” sudah jauh lebih tenang menyusul kepergian Jose Mourinho, di mana manajemen tim sekarang dikendalikan oleh Carlo Ancelotti dan sosok yang dihormati para pemain yakni Zinedine Zidane, sehingga tim dan para pemain dapat berkumpul bersama sebagai satu kesatuan menyusul berbagai pertengkaran di depan umum dan kekisruhan di musim terakhir pria Portugal di Bernabeu.

Kesatuan yang lebih baik berarti Real berpotensi mendesak Barca lebih dekat lagi dibanding yang mereka lakukan musim lalu, namun gelar juara akan kembali ditentukan oleh marjin-marjin yang kecil.

Saat dominasi mereka yang pertama-tama ditandai Real dan kemudian Barca yang mengumpulkan 100 angka saat memenangi gelar juara dalam dua musim terakhir dan celah di antara mereka dengan tim-tim lain akan semakin melebar, sementara itu siapapun yang menjadi juara kelihatannya akan kembali memerlukan lebih dari 100 nilai.

Pada pertarungan untuk memperebutkan posisi Liga Champions, Atletico Madrid kelihatannya tetap menjadi unggulan meski mereka ditinggal bintangnya Radamel Falcao yang pindah ke AS Monaco.

Atletico dapat disebut sebagai tim terbaik untuk melakukan bisnis, ketika mereka menggantikan pemain Kolombia bernilai 60 juta euro itu dengan David Villa yang transfer awalnya hanya sebesar 2,1 juta euro.

Meneruskan periode stabilitas tanpa karakter sejak Diego Simeone mengambil alih tongkat pelatih klub pada Desember 2011, Atletico menjadi satu-satunya klub yang finis di peringkat enam besar pada musim lalu yang tidak berganti pelatih pada musim panas, dan mereka kembali difavoritkan menjadi tim terbaik di antara sisa peserta Liga Spanyol.

Di bawahnya, Valencia, Sevilla, Real Betis, dan Real Sociedad semuanya diprediksi dapat masuk posisi-posisi Europa meski mereka kehilangan pemain-pemain kunci dalam beberapa bulan terakhir.

Valencia menggantikan pemain yang baru direkrut Spurs Roberto Soldado dengan mantan pemain Spurs, Helder Postiga, dengan biaya sepersepuluh dari jumlah yang mereka dapatkan dari menjual Soldado, sedangkan Sevilla juga harus melepas dua pemain internasional Spanyol yakni Jesus Navas dan Alvaro Negredo yang keduanya bergabung dengan Manchester Ciy.

Bagaimanapun, mereka masih akan menghadapi pertempuran untuk memperebutkan tiket Liga Champions terakhir, ketika timkejutan musim musim lalu Sociedad tidak banyak berinvestasi di tim mereka meski mendapat 39 juta euro dari kepergian Illarramendi.

Betis kehilangan pemain kreatif mereka Benat Extebarria setelah ia kembali bergabung dengan Athletic Bilbao, dan klub Basque itu akan berharap dapat meriah lebih banyak kesuksesan pada musim ini setelah hanya finis di peringkat ke-12 musim lalu menyusul penunjukan Ernesto Valverde sebagai pelatih. (RH/ANT)