Permainya Taman Nasional Gunung Ciremai

Foto: Sayangi.com/Deni Sudastika

Taman Nasional Gunung Ciremai, Sayangi.com – Hawa dingin nan segar langsung menelusup tubuh ketika menyusuri sebuah kawasan yang bernama Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Desa tersebut terletak sekitar 7-8 Km dari arah barat Kota Kuningan.

Segarnya hawa gunung kian dirasakan saat jalanan menanjak dan berkelok-kelok. Dari arah kanan kita bisa melihat pemandangan indah Kabupaten Kuningan dan sebagian Kabupaten Cirebon. Perjalanan pun terhenti ketika melihat sebuah gapura yang dijaga beberapa petugas. Ya, lokasi yang dituju siang itu adalah Bumi Perkemahan Palutungan.

Dengan tiket masuk Rp. 8000,- per orang, kompleks perkemahan ini ramai dikunjungi wisatawan. Ada tiga wahana yang menjadi andalan di Bumi Perkemahan Palutungan yaitu, wahana flying fox, camping ground dan wahana air terjun. “Flying fox itu masih baru dan rencananya kami akan menambah beberapa blok camping ground di kawasan atas sana (sambil menunjuk gunung) untuk menampung pengunjung yang ingin berlibur,” ujar Asep (36) salah satu penjaga saat dimintai informasi seputar bumi perkemahan tersebut di bagian informasi, Senin (12/08).

Sejauh pantauan Sayangi.com, salah satu dari 23 obyek wisata yang berada dibawah naungan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai itu begitu ramai. Belasan muda-mudi asyik bercengkrama dan berfoto ria menikmati pemandangan dan udara nan sejuk. Puluhan anak genk motor pun ikut memadatinya. Bahkan beberapa kelompok ibu-ibu mengggelar tikar dan mengadakan arisan di bawah ribuan pohon mahoni yang tinggi menjulang.

Namun, beberapa lahan yang digunakan untuk berkemah masih terlihat kosong. “Iya, biasanya rombongan pelajar SMP SMA suka kemping kesini. Suka dua hari tiga hari bermalam. Mungkin masih dalam suasana lebaran,” ujar salah satu pemilik kedai yg sehari-harinya berjualan di kawasan itu.

Perjalanan pun dilanjutkan ke arah yang ditunjuk pemilik warung, yaitu air terjun. Sekitar satu kilo dengan jalanan menurun dan berundak-undak, suasana ramai dari kejauhan kembali ditemui. Posisi sebelah kiri yang tertutup tebing membuat penasaran untuk menyeberang sungai kecil. Rasa takjub pun kembali dirasakan. Beberapa remaja dan ibu-ibu asyik berfoto ria di depan air terjun.

Selain Buper Palutungan di desa tersebut memiliki beberapa obyek wisata lain seperti Makam Gua Maria. Setelah ditelusuri, kawasan tersebut berada dalam naungan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). “Taman Nasional Gunung Ciremai memiliki 23 obyek wisata yang tersebar di sekeliling gunung Ciremai seperti di Kabupaten Kuningan sendiri dan Kabupaten Majalengka,” ujar Mufti salah satu staff Dinas Kehutanan TNGC Kabupaten Kuningan saat ditemui sayangi.com di Balai TNGC di kawasan Jalan Jalaksana, Kuningan.

TNGC sendiri merupakan Unit Pelaksana Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam yang bertugas berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.52/Menhut-II/2009 mengenai Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Taman Nasional. Wilayah TNGC meliputi dua kabupaten yaitu Majalengka di sebelah barat dan Kuningan di sebelah timur gunung. Terdiri dari 25 desa di Kuningan dan 20 desa di Majalengka.

Kawasan ini telah memberikan jasa lingkungan bagi masyarakat sekitar seperti jasa lingkungan air dan jasa lingkungan wisata. Dari kawasan ini sebanyak 147 titik sumber mata air telah dinikmati masyarakat Ciayumajakuning (cirebon, indramayu majalengka dan Kuningan) dan Brebes. Sedangkan untuk potensi wisata kawasan TNGC begitu unik dan beragam. Selain sebagian besar merupakan jenis wisata alam yang berbasis air kawasan ini juga menawarkan keindahan alam dan jasa lingkungan air yang melimpah.

Dengan struktur geografis yang berombak, berbukit dan bergunung dan memilik puncak ketinggian 3.078 mdpl menjadikan Gunung Ciremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat. (VAL)