Norwegia Larang Apple Memfoto Udara Oslo

Foto: 9to5mac.com

Norwegia, Sayangi.com – Kebijakan keamanan di Norwegia terus diperketat sejak Anders Breivik meletakan bom di luar gedung pemerintah sebelum kemudian melakukan aksi penembakan yang menewaskan 77 orang di lokasi berbeda dua tahun lalu. Karena itu, pemerintah Norwegia dilaporkan menolak rencana Apple mengambil foto udara kota Oslo untuk dijadikan bagian dalam aplikasi peta tiga dimensi. Surat kabar Aftenposten mengatakan penolakan pemerintah Norwegia didasari alasan keamanan karena peta itu akan menunjukan secara detail lokasi gedung pemerintahan yang ada di Oslo.

Untuk melakukan kegiatan itu dibutuhkan ijin dari otoritas setempat dan ijin yang diajukan Apple menurut keterangan dokumen pemerintah telah ditolak. Meski demikian terdapat gambar satelit kota Oslo yang digunakan oleh perusahaan pembuat peta lain tidak dilindungi. Dalam peta tiga dimensi milik Nokia misalnya terdapat peta Oslo meski hanya sebagian wilayah kota tersebut

“Ada perdebatan yang luas di Norwegia tentang isu keamanan sejak peristiwa penembakan itu -termasuk bagaimana seharusnya pengamanan gedung perkantoran pemerintah,” kata Henning Carr Ekroll, wartawan untuk soal keamanan harian Aftenposten kepada BBC.

“Pemerintah Norwegia tidak bisa melakukan apa-apa soal gambar dari satelit tapi anda butuh ijin untuk terbang dan anda bisa dapat gambar dengan definisi lebih tinggi dari atas pesawat,” katanya.

Carr-Ekroll mengatakan dia telah melihat surat dari pemerintah yang dikirim oleh Otoritas Keamanan Nasionmal dan Pemkot Oslo tentang permintaan yang diajukan oleh Apple.

Sejumlah perusahaan pembuat peta lokal memang diijinkan untuk mengambil foto udara kota itu namun menurut Carr-Ekroll ada sejumlah wilayah di peta yang gambarnya sengaja dibuat tidak detail.

Aftenposten mencontohkan hingga saat ini juga tidak ada penggambaran letak Kementerian Pertahanan AS di Arlington atau kantor pusat CIA di Langley pada peta tiga dimensi milik Apple. Juru Bicara Apple masih belum mengeluarkan komentar soal masalah ini. (FIT/bbc)