PMKRI Buka Posko Solidaritas Korban Gunung Rokatenda

Foto: Divulgação

Jakarta, Sayangi.com – Forum Komunikasi Alumni (Forkoma) Perhimpunan Mahasiswa Katolik RI (PMKRI) membuka posko solidaritas untuk korban bencana alam gunung meletus Rokatenda di Pulau Palue, Nusa Tenggara Timur.

“Posko ini nantinya menerima segala bentuk bantuan dan sumbangan yang selanjutnya akan disalurkan langsung kepada korban melalui Badan Pekerja Forkoma PMKRI di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende di Flores,” kata Ketua Umum Hermawi Taslim di Jakarta, Selasa (13/8) pagi.

Segala bentuk bantuan dan sumbangan yang diterima, lanjut Taslim, akan dipertanggungjawabkan melalui audit independen oleh Forkoma PMKRI.

Bantuan yang akan diberikan melaui Posko Forkoma PMKRI dapat disalurkan ke Gedung Perkantoran Selmis, dengan alamat di Jalan Asem Baris Raya No. 52 Blok II No. 10 Lantai 2, Kebun Baru-Tebet, Jakarta Selatan 12830.

Informasi lebih lanjut mengenai posko bantuan tersebut dapat menghubungi Ketua Forkoma PMKRI untuk DKI Jakarta Martinus Gabriel Goa di nmor telepon 081360285235 atau surel padmaindonesia@yahoo.com.

Sumbangan berupa uang bisa juga dikirimkan melalui Rekening BCA: 272.1580.581 atas nama Martinus Gabriel Goa.

Gunung berapi Rokatenda, yang berada di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, meletus dengan disertai semburan kerikil dan material vulkanik pada Sabtu pagi (10/8) pukul 04.27 WITA. Masyarakat di sekitar Gunung yang mengeluarkan material vulkanik sejak Oktober 2012 itu melaporkan letusan terjadi beberapa kali dan semakin membesar pada saat itu.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejak Oktober 2012, sebanyak 2.754 orang (782 kepla keluarga) mengungsi ke luar dari Pulau Palue menuju Kabupaten Ende dan Kabupaten Sikka. Jumlah pengungsi yang menyelamatkan diri ke Kabupaten Ende sebanyak 407 KK, sedangkan ke Kabupaten Sikka sebanyak 375 KK.

Sejak letusan pada Sabtu pagi itu, BNPB melaporkan enam orang meninggal dunia, dua diantaranya belum ditemukan, akibat terkena awan panas. Sementara itu, sebanyak 511 orang telah dievakuasi keluar dari Pulau Palue guna menghindari dampak dari letusan tersebut.

“Sebagian pengungsi adalah warga Pulau Palue, khususnya dari Kampung Koa, Desa Rokirole dan Nitung, yang dievakuasi ke Maumere dan ke titik aman di Uwa di Desa Reruwerere,” kata Kepala BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Para pengungsi di Maumere ditempatkan untuk sementara di tenda-tenda yang berada di lapangan dan aula Kantor Bappeda Sikka. Logistik khususnya makanan untuk para pengungsi, menurut laporan BNPB, masih mencukupi hingga empat hari ke depan sejak Senin (12/8).

BNPB sendiri telah mengirim bantuan logistik ke Maumere berupa 20.000 masker, 500 paket sandang, 500 paket untuk keluarga, 500 paket untuk anak-anak dan 1.000 selimut. “Keperluan mendesak yang diperlukan adalah tikar, air bersih, air mineral, makanan atau bahan makanan dan masker,” ujar Sutopo. (HST/ANT)