Zojo-Ji Temple, Kuilnya Wanita Yang Keguguran

Foto: bukkyogaku.wordpress.com

Tokyo, Sayangi.com – Mau berplesiran ala religi di kawasan Tokyo? Melipirlah ke Zojoji Temple. Letaknya tak jauh dari Tokyo Tower dan Istana Kaisar. Zojo-ji Temple adalah sebuah kawasan Buddhist Temple utama bagi ajaran sekte Jodo di distrik Kanto. Didirikan oleh Yuyoshoso. Chinzai sect, Shingon school. Kuil Zojo-ji ini dibangun di zaman muromachi, disekitar tahun 1393 dan selesai di 1598. Kemudian telah menjadi kuil pribadi milik keluarga Shogun alias Panglima Takugawa Ieyasu, tepatnya sejak beliau pindah ke Edo (Tokyo) tahun 1590.

Perasaan tiba-tiba mendadak jadi lain ketika melihat bagian dalam taman di Zojo-ji Temple. Inilah sisi lain manusiawi dari kota semodern Tokyo. Terdapat ratusan patung-patung bayi dengan topi yang disandingkan dengan sebuah mainan kincir angin, di dalam taman tersebut. Patung-patung ini disebut sebagai patung Jizobosatusu, yaitu patung yang dipercaya sebagai roh pelindung jiwa anak-anak yang telah mati atau lahir mati, konon arwah anak-anak ini disetarakan sebagai para Malaikat Buddha.

Suasana hening meliputi kawasan patung bayi itu, beberapa pengunjung nampak tertegun memandangi ratusan wajah si patung bayi. Nampak beberapa perempuan sedang komat-kamit di depan sebuah patung bayi. Sedang pikiran tiba-tiba teringat orang tua dan sanak saudara di tanah air. Sungguh perasaan yang menyentuh. Kontras dengan berita-berita di Indonesia yang mencuatkan fakta aborsi, bahkan bayi-bayi yang sengaja di buang di saluran air bahkan septic tank. Miris!

Biasanya, para ibu yang keguguran atau melahirkan mati dapat mendedikasikan patung Jizobosatusu disini untuk arwah anak atau janinnya yang telah tiada. Kepercayaan tersebut disebut Mizuko Zizo, yaitu semacam kepercayaan yang kaitannya dengan seorang wanita yang mengalami keguguran alami. Berbagai ritual suci dilakukan oleh sang orang tua di kuil ini, memohon berkah bagi si bayi di dunianya yang baru sekaligus mengharap berkah keturunan lainnya segera.

Seperti perawatan pada bayi umumnya, para ibu juga mengenakkan pakaian bayi pada patung ini. Sekilas budaya ini mirip-mirip dengan kebudayaan kuno ibu-ibu Jawa yang mempercayai bahwa arwah bayi atau janin mereka yang mati, tetapi tetap berhak mendapatkan fasilitas tertentu dari orang tuanya. (FIT/berbagai sumber)

Berita Terkait

BAGIKAN