PGK Bertemu Dengan Direktur Utama RUAI TV

Foto: DPP PGK/Yozthin M.E Thelik

Pontianak, Sayangi.com – Direktur Utama RUAI TV Stefanus Masiun menerima sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Gerakan Keadilan (PGK) di kantornya, Jalan 28 Oktober, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (13/8).

Tiba pada pukul 10.00 WITA, utusan DPP PGK yaitu Emanuel Herdyanto selaku Sekretaris Jenderal PGK didampingi Ketua Bidang Organisasi & Pengkaderan Yozthin M.E Thelik, Ketua Bidang Pemuda, Pelajar, & Mahasiswa Muhammad Zimah, bersama Ketua DPW PGK Kalimantan Barat Frans Mecer, disambut secara hangat oleh Direktur TV lokal tersebut.

Mengawali pertemuan, Sekjend PGK Emanuel Herdiyanto menyampaikan maksud kedatangan mereka ke Kalbar adalah untuk sejumlah kegiatan. Diantaranya yaitu memberikan bantuan bendera Merah-Putih, balon gas, dan petasan bagi masyarakat yang ada di daerah perbatasan dalam rangka menyambut HUT RI ke-68 di Kabupaten Sambas.

Kegiatan ini dianggap penting dengan tujuan menumbuhkan kembali semangat nasionalisme kebangsaan dalam memperjuangkan tegaknya proklamasi dan UUD 1945.

Dalam perbincangan, Yozthin Thelik mengungkapkan keprihatinannya bahwa manifestasi program kabinet Jilid II pemerintahan SBY, ternyata belum dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan. Padahal dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), pemerintah telah menetapkan bahwa daerah perbatasan adalah beranda terdepan Indonesia dan harus mendapat perhatian khusus dalam hal pendidikan, kesehatan & pembangunan.

Dan hal ini disambut baik oleh RUAI TV. Lebih lanjut Stefanus Masiun, bahwa program yang dilaksanakan oleh PGK & Satgaslibas Yonif 403 Wirasada Pratista adalah program yang mulia, karena programnya bersentuhan langsung dengan masyarakat dan bukan sekedar wacana.

Begitu juga dengan Ketua DPW PGK Kalbar Frans Mecer mengatakan bahwa insiatif yang dilakukan tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi para pengurus PGK, tetapi program semacam ini adalah mutlak tanggung jawab kita semua demi membantu masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan.

Saya katakan bahwa selama ini wacana terkait dengan masalah di daerah perbatasan, hampir-hampir tidak mendapat perhatian yang serius dari pemerintah pusat, ungkap Sekjend PGK Emanuel Herdyanto.

Selanjutnya, menurut Muhammad Zimah, bahwa kebangsaan kita saat ini hanya menjadi milik segelintir orang saja, dimana spirit gotong-royong dalam kehidupan berbangsa tidak dapat diejawantahkan dalam bingkai NKRI.

Di akhir bincang-bincang, Direktur RUAI TV Stefanus Masiun menyatakan apresiasinya kepada kepada PGK. “PGK bukan saja berani bicara, tapi berani berbuat juga,” pungkasnya. (HST/PGK)