Wacik: Tangkap Maling Minyak!

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Pencurian minyak yang marak belakangan ini, seperti di Plumpang, Sumatera, Balongan, hingga Tasikmalaya membuat Menteri ESDM Jero Wacik meminta pihak kepolisian tegas dan segera menangkap para maling minyak tersebut karena telah merugikan negara. Serta membahayakan, lantaran menimbulkan kebakaran hebat.

“Kita minta polisi tangkap saja maling itu, karena telah merugikan negara serta membahayakan masyarakat. Itu bahaya, selain merugikan negara karena itu punya negara, mereka itu melubangi pipa minyak ada percikan api sedikit saja pertama lingkungan di dekatnya bisa celaka, si pencurinya juga bisa terbakar dilahap api, jadi ini harus segera dihentikan,” ujar Jero Wacik di sela acara halal bihalal dengan bawahannya di Plaza Kementerian ESDM, di Jakarta, Selasa (13/8/2013).

Wacik juga menambahkan, pihaknya telah meminta kepada pengamanan internal di tempat produksi dan jalur lintasan pipa agarĀ  diperketat. Pelaku yang telah ditangkap polisi serta ditahan, harus segera diproses secara hukum dan diberi hukuman maksimal.

Dia mengaku sangat prihatin dengan maraknya pencurian minyak. Misalnya, telah terjadi tiga pencurian di tiga daerah.

“Pertama di Sumatera tepatnya di Tempino menuju Plaju, di mana akibat maraknya pencurian, produksi minyak dihentikan sebesar 12.000 barel per hari. Pencurian minyak itu menyebabkan kerugian negara hampir mencapai Rp 280 miliar,” tambahnya.

Kedua pencurian solar di Balongan, dan ketiga pencurian premium di Tasikmalaya, saat ini penjagaan sudah dilakukan ketat, Tasik sudah normal, Balongan juga,” ungkap Jero.

Pihak pertamina menduga ruas pipa minyak Tempino-Plaju dijarah melalui kegiatan Illegal Tapping yang masif dan terorganisasi. Rata-rata Pertamina kehilangan 18 persen hingga 39 persen dari sekitar 12.000 barel perhari minyak yang dialirkan. Akibat pencurian itu, operasi pipa minyak untuk sementara dihentikan.

Wacik mencontohkan, pencurian minyak di pipa Tempino-plaju ada pipa di bawah yang mengalir minyak mentah dicuri dengan dibor oleh pelaku.

“Pipa itu mengalir minyak mentah, lalu dibor oleh pencuri, keluar muncrat (minyaknya) pakai pipa dan berserakan ke kebun. Itu bahaya. Dan pernah kejadian ada percikan api dan meledak lalu terbakar,” keluh Wacik.

Dia menambahkan, ada juga pencurian minyak di pipa dari Balongan ke Plumpang. “Itu isinya solar. Dibor juga tapi sudah ketangkap kemarin.” tambahnya.

Kemudian kejadian yang di Tasikmalaya, Jero mengungkapkan dengan aksi pencurian minyak tersebut membuat kebocoran dan mengakibatkan kebakaran.

“Yang tadi malam kejadian di Tasikmalaya. Ada unsur orang mau nyuri. Dibor isinya premium. Dibor lalu muncrat keluar akhirnya terbakar kemarin. Untung saja jam 10 malam lebih sedikit bisa diatasi,” pungkasnya. (HST)

Berita Terkait

BAGIKAN