Kasihan Timnas Basket Putri, Kurang Dana untuk SEA Games

Foto: PB Perbasi

Jakarta, Sayangi.com – Manajer pelatnas basket putri Hasan Gozali mengatakan pihaknya membutuhkan dana dari sponsor atau pihak-pihak yang peduli dengan perkembangan basket nasional untuk membiayai Pelatnas.

“Saat ini, kami belum dapat sponsor. Kebutuhan kami untuk sampai tampil di SEA Games Myanmar sebesar Rp2,5 miliar, itu termasuk try out, honor, uang saku atlet, uang transportasi, penginapan, peralatan, asupan gizi, vitamin, dan lain-lain. Dana dari Menpora hanya 50 persen menalangi besaran biaya tersebut,” ujar Hasan Gozali di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, kalau pihaknya tidak mendapatkan dana dengan terpaksa akan membiayai sendiri Pelatnas.

“Sebenarnya, pilihan untuk membiayai sendiri Pelatnas adalah skenario terburuk daripada tidak tampil di Myanmar. Mau tidak mau kami harus bekerja keras mencari dana kepada pihak-pihak yang peduli,” kata dia.

Terkait dengan tidak dicoretnya cabang olahraga basket putri di SEA Games, dia bersyukur timnas putri masih bisa menjaga peluang untuk tampil di Myanmar.

Program latihan tim basket putri Indonesia, kata dia, bisa berlanjut ke SEA Games 2013 yang sebelumnya hanya menargetkan tampil di Islamic Solidarity Games (ISG) pada tanggal 22 September dan FIBA Asia di Bangkok pada tanggal 27 Oktober–3 November.

Sebelum berlaga di ISG, dia mengungkapkan bahwa timnas basket putri yang terdiri atas 13 pemain akan menjalani turnamen invitasi bersama 12 tim dari negara lain di Taiwan pada tanggal 19–30 Agustus.

“Di Taiwan itu ada kita, satu tim Malaysia, tiga tim dari China, satu tim Kanada, satu tim Prancis dan tiga tim dari tuan rumah,” ujar dia.

Sebelum berangkat ke Taiwan, kata dia, tim terus melakukan pematangan, baik dari segi permainan maupun fisik.

“Timnas basket putri akan menjalani beberapa laga sparring untuk mematangkan tim sehingga bisa terus meningkat,” ujar dia.

Ketika disinggung target yang ingin dicapai di turnamen invitasi tersebut, dia hanya berharap tim basket putri Indonesia bisa mengasah mental tanding dan menambah jam terbang di level internasional.

“Di Taiwan kami tidak ada target karena tujuannya untuk mengasah mental dan menambah jam terbang,” kata dia.

Sebelumnya, Direktur Pelaksana Satlak Prima Paulus Pasurney mengatakan bahwa basket putri tetap tampil di SEA Games Myanmar akhir tahun mendatang dengan biaya sendiri.

Hal itu menjadi revisi keputusan setelah Menpora Roy Suryo menegaskan tak ada pencoretan cabang olahraga.

“Tim basket putri ini sudah menggelar pelatnas sejak awal Juni lalu. Mereka bahkan sudah beruji coba kemana-mana. Maka, kami menghargai kerja keras mereka. Akan tetapi, karena mepet dana, dengan terpaksa pelatnas basket putri kalau ingin ke Myanmar harus mandiri,” tutur Paulus Pasurney di Jakarta, Jumat (2/8).

Paulus mengingatkan agar PP Perbasi sebagai induk organisasi secepatnya berkomunikasi dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Tujuannya jelas agar tak tertinggal dalam pendaftaran entry by number di Myanmar Desember mendatang.

“Saya sudah berkomunikasi dengan pengurus basket dan futsal untuk secepatnya meneruskan pelatnas. Meski dua nomor ini dipandang minor untuk potensi medali di multievent dua tahunan di Asia Tenggara itu, saya tetap yakin semangat basket dan futsal putri tetap tinggi,” kata dia. (RH/ANT)