Industri Nonmigas Tumbuh 6,58 Persen

Foto: kemenperin.go.id

Jakarta, Sayangi.com – Pertumbuhan industri pengolahan non-migas secara kumulatif pada periode semester I tahun 2013 mencapai 6,58 persen. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2012 sebesar 5,58 persen. Angka tersebut mengalami kemajuan pesat, dibanding periode sebelumnya, yakni tahun 2007-2009, yang menurun akibat dampak krisis ekonomi global.

“Industri logam dasar, besi dan baja merupakan sektor industri yang cukup besar dalam memberikan kotribusinya yaitu 12.74%. Pertumbuhan sektor industri logam dasar, besi dan baja yang tinggi tersebut ditopang oleh tingginya investasi di sektor industri serta konsumsi dalam negeri, sehingga memberikan optimisme bahwa di tengah melemahnya pasar ekspor di negara-negara mitra utama, perekonomian nasional masih tetap tumbuh dengan industri sebagai salah satu penggeraknya,” ujar Menteri Perindustrian RI, MS. Hidayat, di kantornya di Jakarta, Selasa (20/8/2013).

Kementerian Perindustrian khususnya Direktorat Jenderal Basis Industri Manufaktur terus meningkatkan program hilirisasi industri mineral dalam rangka meningkatkan daya saing industri menghadapi Asean Economic Community (AEC) 2015. Dengan program hilirisasi tersebut, diharapkan investasi di bidang pengolahan berbasis mineral dan logam di Indonesia dapat mempercepat peningkatan daya saing industri logam nasional.

Salah satu program pemerintah dalam mendukung penggunaan produk dalam negeri adalah melalui Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Program P3DN merupakan upaya pemerintah untuk mendorong masyarakat agar lebih menggunakan produk dalam negeri dibandingkan produk impor. Salah satu bentuknya adalah dengan mewajibkan instansi pemerintah untuk memaksimalkan penggunaan hasil produksi dalam negeri dalam kegiatan pengadaan barang/jasa yang dibiayai oleh APBN/APBD.

Pemerintah telah berkomitmen untuk meningkatkan penggunaan produksi dalam negeri melalui penerbitan sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) terhadap perusahaan-perusahaan yang telah melakukan verifikasi.

Dengan sertifikat TKDN tersebut, maka perusahaan penghasil barang/jasa akan memperoleh preferensi dari panitia lelang. (MI)

Berita Terkait

BAGIKAN