Kelompok Cipayung Pontianak Siap Kawal Pilkot

Sumber : 087828150515.blogspot.com

Pontianak, Sayangi.com – Seiring diselenggarakannya Pemilihan Walikota-Wakil Walikota (Pilkot) Kota Pontianak, 19 September nanti, Kelompok Cipayung yang beranggotakan Cabang-cabang HMI, PMKRI, GMKI, GMNI dan PMII sepakat memprakarsai dibentuknya Forum Diskusi Pemuda Pontianak Bersuara.

19 September 2013 merupakan saat dimana masyarakat Kota Pontianak akan menentukan pemimpin untuk masa 5 tahun (2013-2018) ke depan. Melalui proses seleksi oleh KPU Kota Pontianak, maka disepakati bahwa ada 6 pasang calon walikota dan wakil walikota Pontianak.

“Forum yang dikoordinatori oleh Muhammad Faiz, kader HMI Cabang Pontianak, ini dimaksudkan untuk mengawal alur proses pemilihan dari awal hingga akhir pelaksanaan,” beber Agustinus Kurniadi, Sekjend PMKRI Cabang Pontianak dalam konferensi pers di Kantin Digulist Untan, Selasa (20/8).

Selain itu, timpal Faiz, forum ini juga mengagendakan bedah visi dan misi dari tiap calon, dengan format dialog bersama masyarakat. Peserta diskusi kita target kan pada warga yang di posisi kan sebagai pemilih pemula.

Sedangkan Ketua GMNI Cabang Pontianak Sumadi mengingatkan, agar politik identitas yang masih mewarnai iklim perpolitikan Pontianak tidak dimanfaatkan oleh ke-6 pasang Calon Walikota-Wakil Walikota yang sudah ditetapkan oleh KPUD setempat.

“Kita tidak sedang memilih pemimpin suku maupun agama. Jadi, sangatlah disayangkan apabila calon yang bertarung dalam pilwako mengatasnamakan suku maupun agama yang dianutnya, dengan harapan agar dapat dipilih. Ini yang juga kemudian kita soroti dalam pilwako tahun ini”, ujarnya.

Hal senada diungkap Geri, Ketua Presidium PMKRI Cabang Pontianak. Geri berharap, Forum Pemuda Pontianak Bersuara bukanlah forum yang ditunggangi oleh pihak manapun dalam kaitannya dengan calon walikota dan wakil walikota Pontianak.

“Kami menegaskan bahwa forum ini murni adalah forum yang kami ciptakan guna menyukseskan pemilukada di kota Pontianak ini. Sebagai organisasi yang independen, tidak ada satu orang pun yang menyokong gerakan kami ini. Yang kami inginkan bahwa siapa pun yang nantinya terpilih, diharapkan mampu mengakomodir segala macam kritikan yang disampaikan oleh warga kota Pontianak”, tegasnya.

Ketua HMI Cabang Pontianak Ahmad Saufi pun berkomentar, selama ini Pemkot Pontianak tidak pernah serius membangun sarana transportasi massal. “Yang kita lihat hanya pelebaran jalan sehingga pembangunan transportasi massal terkesan tidak maksimal,” tuding Saufi.

Ada pun Anton, Ketua GMKI Cabang Pontianak, mengeluhkan masih maraknya spanduk-spanduk para calon. “Padahal mereka sudah bersepakat menurunkannya,” tandas Anton mengingatkan. Ternyata pula, spanduk dan baliho calon masih bertebaran di berbagai sudut kota.   

“Pemilihan umum yang jujur dan adil, tentu saja harus melalui alur yang baik pula. Jika dari awal saja sudah terjadi pelanggaran, bukan tidak mungkin hasil dari pemilihan hanya akan menghasilkan pemimpin yang tidak bertanggungjawab,” pungkas Agustinus. (MARD)