Skenario Militer : Hosni Mubarak Segera Dibebaskan

Foto: cbc.ca

Kairo, Sayangi.com – Mantan presiden Mesir Hosni Mubarak dapat dibebaskan dari penjara setelah pengadilan ulasan kasusnya pada hari Rabu (21/8), hal ini berpotensi mengaduk kerusuhan lebih besar dimana saat ini negara dibawah militer tengah memburu ikhwanul muslimin. Banyak pihak yang menduga, kebebasan yang akan diterima Hosni Mubarak adalah sebuah skenario Militer sejak penggulingan Presiden Mohammed Morsi 3 Juli lalu.

Pengadilan akan dibuka di penjara Kairo di mana Mubarak ditahan, kata sumber pengadilan, dan mulai meninjau petisi dari pengacaranya menuntut pemimpin yang digulingkan dalam pemberontakan 2011 itu dibebaskan.

Jika pengadilan menjunjung petisi, tetap tidak akan ada dasar hukum untuk penahanan Mubarak, meskipun ia sedang dalam hukuman atas tuduhan keterlibatannya dalam pembunuhan demonstran pada tahun 2011.

Di usiany yang ke 85 tahun, Mubarak mungkin tidak memiliki masa depan politik, tetapi pembebasannya bisa membangkitkan emosi dan menimbulkan pertanyaan baru apakah pemberontakan yang mengakhiri kekuasaan 30-tahunnya kini telah usang dan membuatnya atau kroninya bisa memimpin kembali dalam bentuk baru dari pemerintahan militer. Kejatuhannya adalah bagian dari pemberontakan Musim Semi Arab yang menggegerkan dunia Arab pada 2011.

Jika Mubarak dibebaskan minggu ini, pengacaranya memprediksi, itu berarti hanya enam minggu berjarak dengan angkatan bersenjata yang menggulingkan Presiden yang dipilih secara bebas dan demokratis, Mohammed Morsi.

Mesir bertahan konflik internal paling berdarah dalam sejarah modern, dengan sekitar 900 orang, termasuk 100 polisi dan tentara, tewas setelah pasukan keamanan membubarkan kamp protes pro-Mursi di ibukota pada tanggal 14 Agustus. Seorang juru bicara aliansi pro-Ikhwanul menyebutkan korban tewas di antara para pengikutnya berjumlah sekitar 1.400 orang. (FIT/Reuters)