Adnan Beuransyah: ‘Cooling Down’ Bendera Aceh, Bukan Untuk Mengubah

Foto: Asianews.it

Banda Aceh, Sayangi.com – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) membantah masa tenang (cooling down) kedua tentang penggunaan bendera Aceh sebagai bagian dari rencana pengubahan bendera tersebut. Cooling down hanya untuk mendinginkan suasana atas arus gelombang protes dari masyarakat yang bersikukuh agar bendera sebagaimana telah disepakati dan diatur dalam qanun tetap dipertahankan.

Cooling down itu harus dipahami bukan untuk merubah bendera sebagaimana yang telah disahkan oleh DPR Aceh,” kata Ketua Komisi A, DPR Aceh kemarin, Selasa (20/8) dalam rapat evaluasi pembahasan qanun prioritas tahun 2013. DPR Aceh telah menetapkan 21 qanun yang akan disahkan dalam tahun ini.

Adan Beuransyah dari Fraksi Partai Aceh kembali tegaskan, pada prinsipnya qanun Nomor 3 tahun 20013 tentang bendera dan lambang Aceh sudah sah. Akan tetapi, ada terjadi penolakan dari Pemerintah Pusat melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

“Jadi Pemerintah Pusat mendesak kita untuk merubah itu lambang, namun harus saya tegaskan kembali, tidak mungkin dilakukan perubahan,” imbuhnya.

Katanya, kalau dilakukan perubahan atas bendera Aceh tersebut juga membutuhkan waktu lagi selama 6 bulan. Pasalnya, DPR Aceh kembali harus melakukan sidang pleno untuk perubahan. “Itu tidak perlu terjadi, karena memang saat pengesahan semua setuju secara aklamasi,” tuturnya.

Oleh karena itu, agar persoalan ini tidak berlarut-larut penyelesaiannya. Adnan Beuransyah meminta pada pimpinan DPR Aceh untuk bisa segera membuat pertemuan dengan Komisi III DPR RI untuk membahas persoalan itu.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Aceh, Sulaiman Abda mengatakan akan membicarakan kembali persoalan tersebut dengan unsur pimpinan dan juga dengan Pemerintah Aceh. “Kita akan bicarakan yang lebih intensif setelah ini dengan Pemerintah Aceh untuk mencari langkah apa yang akan diambil,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Pusat yang diwakili oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh yang diwakili oleh Gubernur Zaini Abdillah sepakat memperpanjang masa tenang (cooling down) menyangkut penerapan Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh hingga 15 Oktober 2013 mendatang.

Dalam masa cooling down diharapkan tidak ada aksi pengibaran bendera Bulan Bintang yang menjadi polemik tersebut. (HST)

Berita Terkait

BAGIKAN