Ratusan Juta, Fee Para Penyelundup Manusia di Cianjur

Ilustrasi foto: voanews.com

Cianjur, Sayangi.com – Setiap kali sukses meloloskan satu rombongan imigran gelap hingga ke Chrishmas Island (pulau terluar Australia) dari Pantai Cianjur Selatan, Jawa Barat, otak penyeludupan imigran gelap akan mendapat keuntungan Rp 500 juta.

Sedangkan penghubung dan pembantu yang bertugas membawa atau menyeberangkan imigran itu hingga ke tengah laut, masing-masing mendapat bagian Rp 1 juta per orang.

“Karena imbalan yang mengiurkan itulah, para pelaku berupaya mengelabui petugas dengan berbagai cara agar para imigran yang mereka kawal bisa naik ke atas kapal di tengah laut perairan Cianjur Selatan atau lokasi lainnya,” kata Kapolres Cianjur, AKBP Dedy Kusuma Bakti, Rabu (21/8).

Para tersangka trafficking tersebut, masing-masing menjamin proses, mulai dari perekrutan hingga ke tempat penyeberangan. “Mereka tidak hanya bermain di Cianjur, tapi juga di seluruh wilayah pesisir pantai selatan. Selain itu, modus imigran tersebut datang ke Indonesia dengan legal, namun setelah sampai di Indonesia, berkas mereka dihilangkan, jadi seolah-olah mereka ilegal,” tuturnya.

Para penyelundup yang tertangkap itu bakal dijerat Pasal 120 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011, dengan ancaman kurangan minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. Untuk tersangka warga negara asing, pihaknya belum melakukan deportasi karena harus menjalani proses hukum terlebih dahulu di Indonesia. Serta pihaknya masih melakukan pengembangan karena diduga jaringan mereka masih berkeliaran.

Sementara, para pelaku yang sempat dihadirkan di ruang Aula Polres Cianjur, tidak dapat dimintai komentar perihal sepak terjang mereka selama ini. Kapolres berdalih, kasus tersebut masih dalam penyidikan. “Kami ingin menuntaskan kasus ini hingga 100 persen, meskipun saat ini sudah hampir 90 persen kasus ini terbongkar,” tandasnya.

Beberapa orang imigran gelap yang berhasil ditangkap beberapa waktu lalu mengakui, untuk menyeberang hingga Chrishmas Island, biaya yang dikeluarkan mencapai 5.000 dolar AS per orang. (MSR/ANT)