Ditanya Turunnya Rupiah, Deputi Gubernur BI Malah Jauhi Wartawan

Foto: Ant

Jakarta, Sayangi.com – Nilai tukar rupiah yang kian melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan non-delivery forward (NDF) nilai tukar tersebut telah menembus level Rp11.000 per USD.

Menurut data Bloomberg, Rupiah sempat menginjak di level terendahnya yakni Rp11.001 per USD dan kurs tengah ada di Rp10.986 per USD dengan pergerakan harian di Rp10.706-Rp10.015 per USD.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ronald Waas saat dikonfirmasi terkait pelemahan rupiah tersebut enggan memberikan penjelasan apa-apa. Ia mengaku belum bisa berkomentar sebelum Rapat Dewan Gubernur (RDG) digelar.

“Mengenai nilai tukar rupiah, nanti yah setelah RDG baru nanti saya bisa bicara, besoklah-besok,” ujar Ronald usai membuka Media Briefing terkait peran perbankan dalam melaksanakan pembangunan ekonomi hijau, di Gedung BI, Jakarta, Rabu (21/8/2013).

Saat ditanya lebih dalam mengenai pelemahan nilai tukar rupiah ini, Ronald terlihat tergesa-gesa dan segera menjauhi sejumlah wartawan yang hendak mengkonfirmasi.

Ronald juga enggan menjawab pertanyaan wartawan soal cadangan devisa Indonesia yang terus terkikis. Hal ini mengingat cadangan devisa hingga Juli 2013 merosot di level USD92,671 miliar yang artinya sepanjang tahun ini, cadangan devisa sudah merosot hingga USD20,11 miliar dari posisi akhir Desember tahun lalu yakni USD112,781 miliar.

“Soal cadangan devisa, kita masih ada RDG, ini masih nanti jadi dari BI belum ada statemen lagi soal itu,” tegas Ronald. (MI)