Lapas Meulaboh Bobol, Depkumham Aceh Perketat Penjagaan

Foto: Shuttershock

Banda Aceh, Sayangi.com – Kanwil Departemen Hukum dan HAM (Kanwil Depkumham) Aceh akan memperketat penjagaan Lapas di seluruh Aceh. Hal ini untuk mengantisipasi terulangnya aksi pembobolan lembaga pemasyarakatan (Lapas) sebagaiman terjadi di  Lapas Meulaboh, Selasa (20/8) kemarin.

Bobolnya Lapas di Meulaboh, Selasa (20/8) mengakibatkan 9 Napi kabur. Petugas berhasil menangkap kembaliu 6 orang napi. “Sekarang sisa 3 orang lagi yang belum ditangkap,” kata  Kepala Kanwil Depkumham Aceh, Yatiman Edy, Rabu (21/8) dalam konferensi pers di kantor Depkumham Aceh.

Sebelumnya, Lapas Meulaboh juga pernah mengalami kebobolan pada tanggal 8 Mei 2013 lalu, namun saat itu semua Napi yang kabur telah ditemukan. “Saya telah perintahkan untuk memperketat penjagaan Lapas yang ada di seluruh Aceh paska kejadian bobolnya kembali Lapas di Meulaboh,” kata Yatiman.

Terkait masih ada sisa 3 orang Napi yang belum ditemukan, Yatiman memerintahkan petugas Lapas dengan bantuan kepolisian untuk segera menangkap Napi yang masih kabur sebanyak 3 orang itu. “Saya beri limit waktu 3 hari untuk menangkap Napi yang masih kabur tersebut,” jelasnya.

Menurut Yatiman, bobolnya Lapas di Meulaboh tersebut tidak terlepas dari bangunan fisik penjara tersebut yang belum selesai 100 persen. Diantaranya pagar tembok pembatas yang masih digunakan seng, sehingga Napi lebih mudah melarikan diri sewaktu-waktu.

Selain itu Napi telah mempersiapkan untuk kabur jauh hari, sebut Yatiman, hal ini dibuktikan dengan ada masuk barang terlarang seperti gergaji untuk memotong pintu besi penjara. “Napi itu kabur dari seng pembatas itu dengan cara melempar kain untuk memanjat sekira pukul 04.30 WIB dini hari, inilah kelemahannya karena belum ada tembok pembatas,” tukasnya.

Yatiman juga tidak menampik ada kelalaian dari sipir penjara. Pasalnya, detik-detik kabur Napi tersebut disaat Napi sedang lengah dini hari. Selain lengah, kata Yatiman, harus diakui jumlah petugas sipir di setiap penjara di seluruh Aceh tidak sebanding dengan jumlah Napi yang ada.

“Semestinya 100 Napi itu harus ada 25 petugas,” imbuhnya. (HST)

Berita Terkait

BAGIKAN