KPK Diminta Bersihkan Industri Migas tanpa Pandang Bulu

Foto: jtcc-consultant.com

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Forum Komunikasi Kehumasan Industri Hulu Minyak dan Gas Bumi (FKK IHM) Joang Laksanto mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membersihkan industri Migas dari korupsi. Dukungan ini disampaikan Joang menyusul penangkapan mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini beberapa waktu lalu.

Tidak hanya itu, Joang juga mendukung KPK untuk membersihkan industri pertambangan dari praktik korupsi. Namun, ia berharap KPK membongkar ini tidak tebang pilih dan tetap obyektif, tanpa pandang bulu.

“Mengamati kasus yang tengah terjadi, besar harapan kami agar pemerintah (KPK) dapat mengungkap masalah ini seobjektif dan seadil mungkin,” kata Joang di Jakarta, Rabu (21/8/2013).

Kendati demikian, ia mengingatkan agar berbagai pihak merespon terbongkarnya kasus suap di SKK Migas ini dengan tetap memegang prinsip proporsional, objektif, dan valid. Dengan begitu kata dia, semua pihak, termasuk pengamat, mampu memberikan gambaran yang benar tentang industri hulu migas.

“Bila prinsip ini tidak dipegang, reputasi dan citra industri hulu migas akan semakin terpuruk dan dampaknya para pekerja di lapangan sebagai ujung tombak industri ini sulit melaksanakan tugasnya,” jelasnya.

Dikatakan dia, kasus Penangkapan Kepala SKK MIGAS sangat mengejutkan para praktisi kehumasan di industri hulu migas. Peristiwa ini sama mengejutkannya ketika dibubarkannya BP Migas beberapa waktu lalu. (MI)

“Namun, kita semua yakin apapun yang telah terjadi adalah demi perbaikan di industri hulu migas,” tambah Joang.

Menurut dia, peristiwa ini menjadikan semakin beratnya tugas para praktisi di industri hulu migas untuk menjaga citra dan reputasi industri ini.

“Apalagi kini muncul komentar-komentar dari pihak-pihak yang kurang memahami proses dan kegiatan industri yang selama ini diatur dan diawasi ketat oleh Negara,” papar Joang.

Menurutnya, jika citra industri ini semakin terpuruk, maka dapat berdampak pada investasi dan turunnya kegiatan operasi dan produksi lebih jauh.

Terkait dengan hal tersebut, FKK IHM terus mendorong dijunjungnya good and clean corporate governance (Tata Kelola Usaha yang Baik dan Bersih) di industri migas. Selain itu para praktisi sektor hulu Migas tetap menjaga profesionalisme demi terciptanya industri migas yang memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk kemakmuran Rakyat Indonesia. (MI)