Masyarakat Saguling Bandung Barat Demo PLN

Foto: Sayangi.com/Yan Zavin

Jakarta, Sayangi.com – Sejumlah demonstran yang mengatasnamakan diri sebagai Masyarakat Saguling Kabupaten Bandung Barat melakukan aksinya di depan Kantor Pusat PT. PLN (Persero), Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (21/8), terkait tanggung jawab terisolirnya warga akibat genangan Bendungan Saguling.

Dalam aksinya yang terdiri dari kelompok masyarakat Saguling yang juga ditemani beberapa Kepala Desa ini, menuntut janji Indonesia Power dan PLN yang pernah berjanji akan membuat jembatan sebagai akses darat yang sudah putus karena genangan Bendungan Saguling.

“Pembangunan Jembatan Cireude yang menghubungkan Kecamatan Padalarang dan Kecamatan Saguling ini terhenti karena Indonesia Power tidak memberikan ijinnya. 20 tahun masyarakat Saguling terisolasi oleh genangan Bendungan Saguling,” kata koordinator aksi, Deki, saat dimintai keterangan Sayangi.com di Jakarta, Rabu (21/8).

Namun, dari pantauan Sayangi.comn, unjuk rasa tidak berlangsung lama, karena pihak keamanan kantor PLN segera membubarkan aksi tersebut. Pasalnya, saat pihak keamanan meminta surat izin demo, pihak demonstran tidak memberikannya.

Menanggapi pembubaran dan pengusiran tersebut, kata Deki, ke depan pihaknya akan membawa massa yang lebih banyak lagi dan mengancam akan menduduki Bendungan Saguling apabila aspirasinya tidak ditanggapi.

“Masyarakat juga tidak akan tinggal diam, karena semua Kepala Desa di Kecamatan Saguling saat ini juga telah meluangkan waktunya untuk ikut menyampaikan aspirasinya kepada pihak PLN Pusat. Nanti masyarakat juga akan menduduki Kantor Indonesia Power di Cioray Kabupaten Bandung Barat jika pembangunan jembatan tidak diberi izin,” pungkas Deki.

Adanya aksi tersebut, lanjut Deki, sebenarnya juga untuk menuntut penyelesaian atas sejumlah kasus yang timbul akibat pembangunan dam raksasa serta menuntut dihentikannya pembangunan bendungan raksasa baru. (HST)