Setelah Tes Keperawanan, Akankah Ada Tes Keperjakaan?

Foto/Ilustrasi: globalpost

Prabumulih, Sayangi.com – Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, Sumatera Selatan berencana untuk memasukan tes keperawanan dalam penerimaan siswi SMA dan sederajat di daerah itu pada tahun ajaran 2014. Kabar mengenai kebijakan tersebut berasal dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, H.M. Rasyid.

Dikatakan melalui situs Nasional bahwa ia sedang mengajukan anggaran RAPBN 2014 untuk kebijakan tes keperawanan bagi calon siswa SMA dan sederajat. Sekalipun sudah dipastikan akan banyak menuai kontroversi, namun ia yakin bahwa ini merupakan langkah jitu untuk menekan maraknya kasus prostitusi yang diduga juga melibatkan para siswa di daerah tersebut.

Wacana yang kini menjadi polemik dan banyak ditentang berbagai kalangan makin sering dibicarakan demi mencari solusi alternatif yang pas melihat fenomena tersebut. Para pakar pendidikan, pegawai dinas pendidikan, anggota dewan dan juga beberapa menteri, terutama Menteri Pendidikan juga ikut angkat bicara dan menentang rencana tersebut.

Dikatakan bahwa tes keperawanan ini merupakan hal yang sangat tidak efektif untuk mencegah perbuatan asusila. Bila target yang hendak dicapai adalah pengurangan proses asusila dan prostitusi akan lebih baik dilakukan pendekatan-pendekatan yang bersifat mendidik.

Pendekatan tersebut bisa dilakukan dengan cara memberikan pembinaan dan pendidikan  nilai-nilai agama serta moral yang dilakukan secara intensif di bangku sekolah oleh para guru dan orang tua masing-masing siswa.

Selain itu, tes keperawanan ini juga dikatakan akan menuai protes karena bias gender dan mendiskreditkan perempuan. Dalam kebijakan tersebut, perempuan tak secara langsung dijadikan korban atas kebijakan ini. Namun, secara tak langsung pula perempuan yang disudutkan dan disalahkan atas terjadinya prktek prostitusi yang berkembang di daerah tersebut.

Selain itu jika pemerintah tetap akan melaksanakan tes keperawanan terhadap para calon siswi SMU dan sederajat, maka yang menjadi pertanyaan sederhana di benak kita adalah, akan dikemanakan calon siswi yang ternyata tidak perawan pasca diberlakukan tes tersebut. Selain itu, akankah ada tes keperjakaan juga bagi para laki-laki? (FIT/Berbagaisumber)