Mantan Bupati Merauke Bantah Terkait Dugaan Korupsi Kulit Buaya

Foto : Yan Zavin

Jakarta, Sayangi.com – Mantan Bupati Merauke, Johanes Gluba Gebze, menuding kasus dugaan korupsi pengadaan sovenir kulit buaya merupakan konspirasi politik yang ingin mengganjalnya dalam memperjuangkan pembentukan Provinsi Papua Selatan.

“Mereka ini bukan konglongmerat tetapi para pegel (pengusaha golongan ekonomi lemah) pribumi yang merupakan kelompok mitra antara pencari kulit buaya pribumi dan para pengrajin asal Jawa dan Sulawesi. Mereka berusaha dengan dana mandiri. Pemda hanya tunjang pasarkan dalam arti membeli kerajinan rakyat itu sebagai buat tamu yang datang dari Provinsi. Bahkan tamu–tamu negara dari pusat selama 10 tahun berjalan,” ujar Gebze saat dijumpai wartawan di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (21/8).

Pembayaran atas pengambilan barang-barang itu, kata Gebze, melalui mekanisme prosedur keuangan daerah langsung ke kas daerah yang dijalankan oleh Bank Papua Cabang Merauke.

“Selama masa kepemimpinan saya belum ada mendapat laporan keuangan dari hasil pemeriksaan BPK atau BPKP selaku auditor Negara tentang temuan itu. Adanya konspirasi politik lokal ini merupakan dampak dari pemilukada 2010 lalu. Sementara dana Rp 18 miliar yang dituduhkan tidak pernah diterima. Dan itu dapat dibuktikan melalui aliran keuangan daerah pada APBD Kabupaten Merauke langsung kepada para pengrajin kulit dan seluruhnya sudah diterima melalui cek di Bank Papua Cabang Merauke,” tutur Gebze.

“Kalau soal sakit saya nggak tahu informasi itu karena saat ini seluruh tokoh Papua Selatan sedang fokus berkonsentrasi di Jakarta memperjuangkan aspirasi pembentukan Provinsi Papua Selatan yang terdiri dari Kabupaten Merauke, Kabupaten Mappi, Kabupaten Boula Digoel dan Kabupaten Asmat,” papar Gebze.

Kalau hal itu dianggap sebagai kasus, kata Gebze, maka kasus ini adalah kasus politisasi dan kriminalisasi sekaligus pembunuhan karakter tokoh sentral Papua Selatan dengan bidikan tujuan akhir menghambat pembentukan Provinsi Papua Selatan dan langkah perebutan kursi Gubernur kalau kemudian Provinsi ini terbentuk.

“Soal korupsi saya jauh lah, hanya kelompok tertentu yang ingin mengganjal saya sehingga berusaha keras untuk menjatuhkan dengan berbagai cara mereka. Kalau dibilang merugikan negara dalam tindakan ini sesungguhnya tidak merugikan negara tetapi negara justru diuntungkan dengan pengadaan souvenir ini, karena membantu tercapainya misi negara kesejahteraan,” pungkas Gebze. (MARD)