Hosni Mubarak Dibebaskan Hari Ini

Foto: cnn.com

Kairo, Sayangi.com – Setelah presiden pertama Mesir yang digulingkan melalui kudeta militer, Mohammed Morsi, Hosni Mubarak akhirnya bisa meninggalkan penjara hari Kamis (22/8) setelah putusan pengadilan dikeluarkan.

Pengadilan membacakan putusan sidang di penjara Kairo di mana Mubarak dipenjara. Pengadilan memerintahkan pembebasan seorang militer yang memerintah Mesir selam 30 tahun dengan tangan besi. Mubarak digulingkan dalam pemberontakan yang melanda dunia Arab pada awal 2011.

Kantor perdana menteri mengatakan, Mubarak ditempatkan di bawah tahanan rumah, sebagai upaya untuk menenangkan banyak orang yang akan keberatan dengan pembebasan orang yang pernah menjadi yang nomer 1 di Mesir dimana mereka mengadakan protes massa untuk melengserkannya pada tahun 2011.

Mengutip sumber keamanan, kantor berita negara mengatakan Mubarak akan “mungkin” dibawa ke salah satu instalasi vital negara atau salah satu dari dua rumah sakit militer di mana ia akan dijaga di bawah pengamanan ketat.

Mubarak (85) dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tahun lalu karena dinilai gagal mencegah pembunuhan demonstran. Tapi pengadilan menerima permohonan banding awal tahun ini dan memerintahkan pengadilan ulang.

Pesakitan mantan pilot angkatan udara ini mungkin tidak memiliki masa depan politik, tetapi keputusan pengadilan membuat beberapa orang Mesir tidak nyaman.

“Rezimnya busuk. Dia merusak negara, pengangguran banyak, tidak ada layanan, tidak ada kesehatan, tanpa pendidikan. Ini bukan hari yang baik bagi negara,” kata Hassan Mohamed (66) seorang insinyur.

Mengisi ulang karton jus dalam toko, Amr Fathi juga menyatakan kekecewaannya. “Saya tidak senang, tentu saja. Dia menindas kami sangat kejam dan mengambil banyak hal dari kami,” katanya.

Pergolakan politik dipicu oleh kudeta Militer terhadap Morsi telah membuat banyak orang Mesir cemas selama berbulan-bulan.

Militer mengumumkan peta jalan yang dirancang untuk membawa demokrasi kembali ke Mesir. Tapi itu belum membuat stabilitas keamanan di negara terbesar di Arab ini kembali pulih.

Setidaknya 900 orang, termasuk 100 tentara dan polisi, telah tewas dalam tindakan keras terhadap pendukung Morsi dalam sepekan terakhir, sehingga mencatat sebuah sejarang panjang sekaligus menjadi episode internal paling mematikan di negara itu dalam beberapa dekade.

Tindakan keras, yang mencakup penangkapan pimpinan utama Ikhwanul Muslimin, ternyata dapat melemahkan kelompok Islam tertua dan bisa dibilang dunia Arab yang paling berpengaruh.

Ikhwanul Muslimin telah berjuang untuk memprotes apa yang mereka sebut kudeta militer sejak dihancurkannya keamanan kamp protes pro-Morsi di Kairo.

Sebuah kelompok yang menamakan dirinya Koalisi Nasional untuk Mendukung Legitimasi Morsi telah menuntut pemulihan Morsi, mengatakan dalam sebuah pernyataan, “Kami akan tetap teguh di jalan untuk mengalahkan kudeta militer.”

Rilis tentang keluarnya Mubarak dari penjara akan memperkuat pandangan Ikhwan bahwa angkatan bersenjata, yang dipimpin oleh Jenderal Abdel Fattah al-Sisi, sedang mencoba untuk merehabilitasi pemerintah lama. (FIT/Reuters)