Jika Konvensi Direkayasa, Demokrat Akan Runtuh

Foto: Sayangi.com/Emil Ondo

Jakarta, Sayangi.com – Penyelenggaraan konvensi Partai Demokrat dalam penjaringan calon presiden tinggal menghitung hari. Majelis Tinggi Partai Demokrat sudah menyerahkan beberapa nama calon peserta konvensi kepada panita konvensi.

Direktur Eksekutif The Seven Strategic Studies, Mulyana Wirakusumah mengatakan, dengan melaksanakan tradisi politik baru dalam proses seleksi internal bakal calon Presiden, Partai Demokrat telah melangkah maju untuk membangun citra demokratik di tengah merosotnya elektabilitas yang menurut lembaga-lembaga survei berada pada tingkat mengkuatirkan, yakni di bawah 10 persen.

Dengan perkiraan sebagian besar atau semua tokoh yang diundang bersedia untuk mengikuti Konvensi, Partai Demokrat akan memiliki sejumlah “juru kampanye” yang akan melakukan bentuk-bentuk kampanye secara nasional tanpa biaya dan tidak membebani Partai .

“Oleh karena tidak ada Pasal UU Pemilu, UU Pilpres yang masih berlaku mau pun Peraturan KPU yang melarang kampanye para bakal Calon Presiden peserta Konvensi Partai Demokrat, maka walau pun hal tersebut merupakan kampanye dini, tidak dipandang sebagai pelanggaran aturan pemilu dan pilpres,” kata Mulyana kepada Sayangi.com, Kamis (22/8).

Menurut Mulyana, partai besutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu akan memetik keuntungan politik dengan pemberitaan media massa tentang proses Konvensi yang memang menarik sebagai peristiwa politik baru dalam kehidupan kepartaian dan pola rekruitmen bakal calon Presiden.

“Mengingat para peserta Konvensi relatif memiliki kapasitas dan sumber daya politik memadai, maka akan sangat berguna dalam membentuk rasionalitas pemilih untuk dibandingkan dengan sejumlah tokoh dari parpol lain yang sudah mewacanakan diri atau diwacanakan sebagai bakal capres,” katanya.

Lebih lanjut, Mulyana menyarankan agar Partai Demokrat harus dapat membuktikan Konvensi berlangsung¬† sesuai prinsip ‘free and fair electoral convention’. Jika sebaliknya, jelas citra Partai Demokrat akan rusak bahkan runtuh bila Konvensi di dalam kenyataan merupakan rekayasa dan sejatinya adalah sarana legitimasi bakal Capres yang¬† sudah dipersiapkan oleh Majelis Tinggi dan Ketua Dewan Pembina. (HST)

Berita Terkait

BAGIKAN