Lapas di Aceh Over Kapasitas dan Rawan Pemberontakan

Banda Aceh, Sayangi.com – Sungguh memprihatinkan nasib narapidana (Napi) yang mendekam di lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan (Rutan) di Aceh. Kenapa tidak, mereka harus hidup dengan fasilitas seadanya, ditambah lagi adanya kelebihan kapasitas sampai dua kali lipat dari kapasitas normal.

Kepala Kanwil Departemen Hukum dan HAM (Kanwil Depkumham) Aceh, Yatiman Edy membenarkan adanya kondisi tersebut.

“Seperti di Lhoksukon, Rutan bisa menampung 100 Napi, tapi terpaksa harus diisi oleh 300 Napi. Kelebihan kapasitas ini hampir semua Rutan mengalami hal yang sama,” kata Kepala Kanwil Depkumham Aceh, Yatiman Edy di Banda Aceh, Rabu (21/8) kemarin.

Katanya, di Aceh saat ini memiliki 3.620 orang Napi dan 1.100 orang tahanan. Artinya, saat ini di seluruh Aceh mengelami kelebihan kapasitas mencapai 2.500 orang. “Ini sangat memprihatinkan memang, di Aceh memiliki tujuh lapas, tujuh rutan, sembilan cabang rutan, semua mengalami kelebihan kapasitas,” jelasnya.

Lanjutnya, hanya Rutan di Banda Aceh yang tidak mengalami kelebihan kapasitas. Ada direncanakan sebagian dipindahkan ke Rutan Banda Aceh, akan tetapi terkendala hampir semua Napi dan juga keluarganya keberatan. “Kalau mau kita pindahkan, napi dan keluarga napi keberatan, karena jauh saat menjenguk,” tuturnya.

Padahal, dengan adanya bantuan bimbingan dari keluarga, sebut Yatiman, akan berpengaruh besar dalam memulihkan dan mengembalikan napi pada jalur yang normal. “Keluarga itu berperan penting dalam mengembalikan pada perilaku normal para napi, terutama napi narkoba,” tukasnya.

Oleh karena itu, ia berharap kepada Pemerintah untuk bisa memperbaiki dan menambah Rutan di Aceh. Katanya, sehingga napi tidak berdesak-desakan di dalam Rutan. “Kalau memang seperti ini terus, sangat rawan terhadap pemberontakan napi di Rutan seperti yang terjadi selama ini,” tutupnya. (HST)

Berita Terkait

BAGIKAN