Penertiban PKL Stasiun Cikini Menyisakan Indomaret

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – PT. KAI melakukan penertiban terhadap pedagang di dalam Stasiun Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/8). Sejumlah aparat keamanan dikerahkan, terdiri atas Satpol PP, Polri, TNI, Dishub, dan Dinas Pemadam Kebakaran.

Penertiban para pedagang ini dilakukan dalam rangka penataan ulang Stasiun Cikini yang semrawut lantaran banyaknya pedagang kaki lima (PKL) liar, terutama yang berjualan di dalam maupun di luar stasiun.

“Ini kami lakukan untuk menghindari adanya pedagang-pedagang liar yang semakin membeludak di stasiun. Kami akan menata ulang Stasiun agar lebih rapi, bersih, dan nyaman tentunya pagi pengunjung dan pengguna kereta api,” kata Kabid Humas DAOP 1 PT KAI, Sukendar Mulya, saat dimintai keterangan oleh Sayangi.com di Stasiun Cikini, Kamis (22/8).

Menurut Sukendar, para pedagang dan PKL di Stasiun Cikini pada Februari 2012 sudah tidak lagi memperpanjang kontraknya. Pada bulan Juli 2013 kemarin, pihak PT KAI sudah memberikan toleransi berjualan di stasiun sampai habis Lebaran. Maka, kata Sukendar, tidak ada lagi alasan para pedagang. “Semua tenant yang ada disini akan dibongkar, sore nanti semua tenant harus rata dibongkar, kecuali Indomaret kami masih nunggu masanya (kontraknya) selesai,” tutur Sukendar.

Kepada Sayangi.com, sejumlah pedagang mengaku masih bertanya-tanya nasib mereka pascapembongkaran. “Kita cuma minta solusi apabila sudah direvitalisasi atau diperbaiki, maka kita berharap bisa berdagang lagi, kita masuk lagi, dengan harapan biaya yang lebih murah dari pada pedagang yang baru masuk,” tambah Haji Gondang, pemilik usaha Parsel di Stasiun Cikini, Kamis (22/8).

Kata Gondang, pihaknya (para pedagang) akan melakukan demo pada hari ini, Kamis (22/8), bila PT KAI tetap melakukan penertiban dan pembongkaran, namun berdasarkan pengamatan Sayangi.com, rencana demo itu tidak terjadi, bahkan dari pihak pedagang yang lapaknya dibongkar tidak tampak ada perlawanan terhadap petugas.

“Kita tetap memperjuangkan hajat orang banyak, karena yang berjualan disini banyak dari berbagai suku, dari mulai Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan sebagainya. Jika PT KAI tidak bisa memenuhi hak-hak kami, maka kami akan terus berjuang sampai titik darah penghabisan. Kami tidak butuh relokasi, cukup tempat asal diperbaiki, dan kios-kios yang lebih besar bisa diperkecil atau disamaratakan,” jelas Gondang.

Diketahui, pedagang yang memegang kontrak di Stasiun Cikini ini setidaknya ada sekitar 30 lebih, dan PKL lebih banyak lagi, kata Gondang. Terkait dengan penataan dan pembongkaran tersebut, Camat Menteng, Bondan Dyah Ekowati mengatakan bahwa pihak pemerintah setempat ikut menjembatani dengan pihak PD Pasar agar mereka dapat direlokasi di Pasar Hias Rias Cikini.

“Masalah penertiban itu ranah dari PT. KAI ya. Kami hanya diminta dan membantu untuk memediasi antara pedagang & PT KAI. Dan sebagian pedagang sudah ada yang mau untuk direlokasi. Terkait masalah keamanannya itu menjadi kewajiban dan tanggung jawab bersama antara masyarakat dan aparat keamanan,” kata Bondan Dyah Ekowati kepada Sayangi.com. (MSR)