Kurtubi: Saatnya Blok Mahakam Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Pakar perminyakan Dr. Kurtubi kembali menegaskan penolakannya terhadap perpanjangan kontrak Blok Mahakam kepada kontraktor asing. kata dia, sudah saatnya Blok Mahakam dikembalikan dan dikelola sendiri.

“Kalau kontrak tidak diperpanjang, 100 persen keuntungan kembali kepada negara, tidak berbagi dengan pihak lain. Alokasi dana untuk pembangunan di dalam negeri jadi lebih mudah, sehingga bisa maksimal untuk kemakmuran rakyat,” imbuh Kurtubi, Kamis (29/8).

Masih kata Kurtubi, Blok Mahakam merupakan blok gas dengan produksi terbesar di negeri ini, sehingga sebenarnya bisa menjadi sumber utama penerimaan negara dan sumber utama perolehan devisa negara. Namun Kurtubi menambahkan, jika Blok Mahakam berada dibawah Satuan Kerja Khusus Migas (SKK Migas, sesuai UU Migas Nomor 22/2001), dia meyakini pihak SKK Migas tidak akan bisa melanjutkan operasi produksi blok tersebut, mengingat SKK Migas bukan perusahaan minyak.

“Akibatnya, terbuka peluang untuk merekayasa agar Blok Mahakam diperpanjang,” tandasnya.

Selain menolak perpanjangan kontrak Blok Mahakam, Kurtubi juga menyarankan agar dilakukan perubahan dan restorasi Tata Kelola Migas Nasional, misalnya dengan membubarkan SKK Migas dan mencabut UU Migas No.22/2001. “Kembalikan pengelolaan Migas Nasional ke Pertamina Baru yang akuntabel, transparan, bebas korupsi, dan dibentuk atas dasar UU,” desaknya. (MSR)