Inilah Lima Kebijakan BI Untuk Stabilkan Ekonomi

Foto: sayangi.com/Emil Ondo

Jakarta, Sayangi.com – Bank Indonesia (BI) menerbitkan lima ketentuan terkait perluasan jangka waktu term deposit valas, relaksasi ketentuan pembelian valas serta penerbitan Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI), sebagai bagian implementasi kebijakan lanjutan dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Keterangan Departemen Komunikasi BI melalui laman resminya di Jakarta, Kamis, menyebutkan ketentuan tersebut adalah Peraturan Bank Indonesia Nomor 15/5/ PBI/ 2013 tanggal 28 Agustus 2013 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 12/11/PBI/2010 Tentang Operasi Moneter.

Selain itu Surat Edaran Nomor 15/30/DPM Perihal Perubahan atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 12/16/DPM tanggal 6 Juli 2010 Perihal Kriteria dan Persyaratan Surat Berharga, Peserta dan Lembaga Perantara dalam Operasi Moneter BI juga menerbitkan Surat Edaran Nomor 15/31/DPM Perihal Perubahan atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 12/17/DPM tanggal 6 Juli 2010 Perihal Koridor Suku Bunga (Standing Facilities). Selain itu Surat Edaran Nomor 15/32/DPM Perihal Perubahan Keenam atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 12/18/DPM tanggal 7 Juli 2010 perihal Operasi Pasar Terbuka.

BI juga menerbitkan Surat Edaran Nomor 15/33/DPM Perihal Perubahan Ketiga atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 10/42/DPD tanggal 27 November 2008 perihal Pembelian Valuta Asing terhadap Rupiah kepada Bank.

Ketentuan pertama hingga keempat merupakan dasar hukum atas pelaksanaan lelang SDBI serta perluasan jangka waktu term deposit valas. Dengan adanya ketentuan ini maka bank akan memiliki ruang yang lebih fleksibel dalam melakukan manajemen likuiditasnya.

Sedangkan ketentuan kelima mengatur tentang relaksasi ketentuan pembelian valas. Relaksasi ini bertujuan meningkatkan likuiditas valas di pasar domestik yang pada gilirannya akan mendukung upaya BI dalam mencapai dan memelihara stabilitas nilai rupiah. (RH/ANT)