Sopir Metromini Demo, Jalur Hijau Rusak

Foto: sayangi.com/Yan Zavin

Jakarta – Sayangi.com – Aksi unjuk rasa ratusan sopir Metromini di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (29/8), berlangsung damai. Namun para demontran yang sampai kini ngotot untuk ditemui langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), terpaksa mengambil tempat duduk di sepanjang jalan yang ditumbuhi tanaman hias di depan Gedung Balaikota DKI. Akibatnya, sejumlah tanaman di jalur hijau yang dibangun dengan dana CSR rusak.

Tidak hanya itu, lamanya aksi yang terdiri dari puluhan sopir Metro Mini ini juga membuat macet lalu lintas. Sementara Gubernur DKI Jakarta yang ditunggu-tunggu para demontran tak kunjung keluar, kabarnya Jokowi tidak ada di tempat.

Dalam orasinya, demontran akan tetap menunggu Jokowi hingga permintaan mereka dikabulkan. “Kami tidak terima jika mobil kami dikandangi, kami tidak lagi bisa mencari uang. Kita tunggu perwakilan sopir kita sampai diterima Jokowi,” teriak salah satu orator aksi di depan Balaikota DKI, Kamis (29/8).

Sebelumnya, diketahui bahwa puluhan aksi sopir Metromini ini melakukan sweeping di Flyover Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (29/8) pagi. Mereka mengajak seluruh sopir Metromini yang melintas di Jalan Bekasi Raya, Jalan Pahlawan Revolusi, dan juga di Jalan Medan Merdeka.

Tidak hanya itu, saat aksi unjuk rasa pengemudi Metromini semakin memanas. Ratusan sopir Metromini ini juga menghentikan paksa sebuah Bus Kopaja untuk ikut unjuk rasa dan menghentikan operasionalnya. Bahkan tak segan-segan mereka memaksa dengan menggedor-gedor pintu mobil, ada juga yang sampai naik ke atas atap bus sambil menari-nari.

Sementara, puluhan keamanan yang terdiri dari polisi dan TNI pun terlihat kewalahan menghalau mereka yang mencoba anarkis. Namun, segera orator demo meminta para peserta unjuk rasa tidak anarkis.
“Kawan-kawan, saya minta kawan-kawan tidak bertindak anarkis. Kita aksi damai, kita ke sini menuntut hak-hak kita. Jangan anarkis, mereka juga pekerja, jangan dirusak, mereka sama seperti kita,” pinta orator aksi. (RH)