Obama Pidato Soal Kesetaraan Saat AS Berniat Serang Suriah

Foto: thegrio.com

Washington, Sayangi.com – Pada Rabu (28/8) pukul 15.00 waktu setempat, sebuah bel berbunyi menandakan 50 tahun setelah King menyelesaikan pidatonya dengan kata-kata ‘Let freedom ring.’ Pidato Obama untuk memperingati King muncul pada saat Gedung Putih akan memulai serangan militer ke Suriah sebagai respon atas tuduhan penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Presiden Bashar al-Assad untuk membunuh warganya sendiri. Namun dalam pidato, ia tidak menyebut Suriah.

Obama akui perjuangan Luther King untuk mewujudkan kesetaraan warga kulit hitam dengan kulit putih di Amerika Serikat belum tercapai. Hal ini disampaikan di depan ribuan orang di National Mall, Washington saat peringatan 50 pidato monumental King yang merupakan simbol perjuangan untuk kesetaraan kulit hitam dan kulit putih di Amerika Serikat.

“Amerika Serikat masih kesulitan untuk mewujudkan visi pejuang hak kesetaraan Martin Luther King yang dipaparkan dalam pidato terkenal berjudul ‘I Have a Dream’ 50 tahun yang lalu,” kata Presiden Barack Obama pada Rabu (28/8).

Obama, yang memiliki ibu berkulit putih dan ayah berkulit hitam, sebelumnya tak menaruh perhatian serius pada persoalan ras yang tidak setara di Amerika Serikat. Sampai akhirnya, seorang remaja berkulit hitam, Travyon Martin ditembak Zimmerman, seorang kulit putih karena merasa diintai dan Zimmerman dinyatakan tidak bersalah, ia pun mulai tegas pada persoalan kesetaran ras.

“Jika kemajuan dalam bidang kesetaraan yang telah dicapai ini diabaikan, maka hal itu sama saja dengan tidak menghormati keberanian dan pengorbanan mereka yang berjuang pada tahun-tahun sulit itu,” kata Obama.

Ia menambahkan, perjuangan kesetaraan harus tetap diperjuangkan untuk menghormati perjuangan kesetaraan di waktu lampau.

Pada Rabu, Obama mengatakan bahwa gerakan perjuangan hak sipil angkatan 1960 telah menghasilkan kebebasan yang lebih besar bagi kelompok-kelompok minoritas di Amerika Serikat.

“Karena gerakan dari angkatan tersebut, dewan kota telah berubah, peraturan negara bagian berubah, Kongres berubah, dan ya, Gedung Putih pun dipaksa untuk berubah,” kata dia.

“Karena desakan dari angkatan tersebut, Amerika menjadi negara yang lebih bebas, lebih adil, bukan hanya untuk warga Afro Amerika melainkan juga bagi para perempuan, Latin, Asia, Warga Amerika Asli, penganut Katolik, Yahudi, Muslim, gay, dan warga yang penderita cacat,” kata Obama.

Acara bertajuk “Let Freedom Ring and Call to Action” tersebut diadakan saat hampir dari setengah warga Amerika Serikat mengatakan bahwa masih banyak hal yang harus diselesaikan sebelum mimpi masyarakat buta warna dari King dapat terwujud. (FIT/Reuters)